BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta, IQAir Laporkan Kualitas Udara Terburuk
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta pada Rabu, 24 Juni 2026, dominan berawan namun relatif bersahabat.
Namun data IQAir pada pagi hari menunjukkan kualitas udara ibu kota buruk, bahkan menempatkan Jakarta pada ranking terburuk dunia.
Prakiraan cuaca hari ini
BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta berawan sejak pagi hingga siang. Pagi hari, hanya Jakarta Barat yang diprediksi mengalami cerah berawan.
Memasuki sore, ada potensi hujan ringan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Sementara Kepulauan Seribu diprediksi lebih cerah pada sore hari.
Pada malam hari cuaca diperkirakan membaik dengan kondisi cerah hingga cerah berawan di seluruh wilayah.
Detail suhu dan kelembapan
BMKG mencatat suhu udara di Jakarta berkisar antara 24°C hingga 30°C hari ini. Kelembapan terpantau cukup tinggi, pada kisaran 64 hingga 95 persen.
Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi meningkatkan peluang ketidaknyamanan bagi kelompok sensitif saat beraktivitas di luar ruangan.
Kualitas udara menurut IQAir
Pada pemantauan pukul 06.00 WIB, IQAir melaporkan Jakarta berada pada posisi pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Kondisi ini mengingatkan bahwa langit yang tampak bersahabat tidak selalu mencerminkan kualitas udara aman.
Data pagi hari menunjukkan polusi udara masih menjadi tantangan utama bagi ibu kota, terutama pada waktu beraktivitas pagi dan malam ketika konsentrasi polutan sering meningkat.
Saran bagi warga
Masyarakat dianjurkan terus memantau informasi kualitas udara terkini sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Perhatian khusus disarankan untuk kelompok rentan.
- Anak-anak
- Lansia
- Orang dengan penyakit pernapasan atau jantung
Untuk mengurangi paparan, disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat indeks kualitas udara buruk. Gunakan masker sesuai kebutuhan dan upayakan sirkulasi udara dalam ruangan yang baik.
Implikasi dan langkah ke depan
Kombinasi cuaca berawan dan kualitas udara buruk menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan pengendalian sumber polusi. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu memperkuat langkah mitigasi untuk memperbaiki kualitas udara jangka panjang.
Pengawasan harian terhadap parameter cuaca dan kualitas udara tetap penting agar kebijakan dan tindakan responsif dapat diterapkan secara tepat waktu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...
Zulhas: Pangkas Aturan, RI Berhenti Impor 7 Komoditas Pangan
Zulhas: pemangkasan aturan dorong RI hentikan impor tujuh komoditas, naikkan penyerapan pupuk dan surplus be...