Prabowo Teken Buku Bahlil, Bahlil Goda Cak Imin di Acara Peluncuran
Jakarta, 7 Agustus 2026 — Presiden Prabowo Subianto hadir dan menandatangani buku karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat peluncuran "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Acara berlangsung Jumat sore dan menandai momen publik antara kepala negara dan menteri terkait karya pencapaian lima dekade hidup Bahlil.
Presiden hadir dan membubuhkan tanda tangan
Dalam acara yang digelar di Gedung Theater XXI itu, Prabowo tidak hanya memberi sambutan, tetapi juga membubuhkan tanda tangan pada buku Bahlil. Tindakan itu menarik perhatian tamu undangan karena menegaskan dukungan tokoh negara terhadap karya menteri.
Bahlil bercanda soal posisi politik Cak Imin
Usai penandatanganan, Bahlil memberi sambutan dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden yang menulis kata pengantar. Ia juga melontarkan candaan yang menyentil Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dengan nada ringan.
"Bapak Presiden, di akhir daripada sambutan kami, kami jujur menyampaikan terima kasih yang mendalam. Karena Bapak sudah membuat kata pengantar di buku ini, kata pengantarnya kop negara, pak Mensesneg makasih ya,"
Bahlil lalu menyinggung tanda tangan Presiden yang masih basah. Ia mempermainkan makna simbolis dukungan politik tersebut.
"Kemudian tanda tangannya basah Pak, ini semakin Golkar tidak bisa ke mana-mana,"
"Jadi mohon maaf Cak Imin sekalipun sudah jadi ketum partai lama belum tentu punya buku ditandatangani oleh Presiden. Itu belum tentu Cak,"
Respons Presiden terhadap kinerja Bahlil
Di kesempatan sama, Prabowo memberi penilaian terhadap kinerja Bahlil di kementerian. Ia memuji capaian menteri dan meminta agar pelayanan dan pengabdian kepada bangsa terus dilanjutkan.
"Saya terus menilai ya pekerjaan beliau, dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor, memuaskan!,"
Ucapan itu menegaskan apresiasi Presiden terhadap kinerja Bahlil, sekaligus menjadi dorongan agar program di Kementerian ESDM berlanjut dan berkembang.
Implikasi dan konteks
Penandatanganan buku oleh Presiden menambah nilai simbolis bagi publikasi tersebut dan berpotensi memperkuat posisi politik menteri dalam peta koalisi. Sementara itu, candaan Bahlil tentang Cak Imin menunjukkan dinamika hubungan antar elite politik yang kerap muncul saat acara publik.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada kelanjutan program kementerian dan bagaimana momen simbolis seperti ini memengaruhi koalisi serta persepsi pemilih menjelang agenda politik berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenhut Tutup Pendakian Gunung Gede Pangrango Pascakebakaran
Kemenhut menutup sementara jalur pendakian Gunung Gede Pangrango 7–11 Agustus 2026 setelah kebakaran lahan d...
BGN Pasang Label Waktu pada Ompreng MBG untuk Cegah Risiko Pangan
BGN mewajibkan label batas waktu pada ompreng MBG untuk mencegah konsumsi makanan yang melewati batas aman d...
BGN Tegaskan Zero Tolerance untuk Kasus Keracunan MBG
BGN menegaskan zero tolerance terhadap keracunan di Program MBG, dengan investigasi, penghentian operasi dap...
LPSK Luncurkan Dana Bantuan Korban untuk Korban Kekerasan Seksual
LPSK meluncurkan Dana Bantuan Korban Saraya Baruna Ananta pada 7 Agustus 2026 untuk mendanai pemulihan korba...
Pemerintah Perbarui Buku Pelajaran SD–SMA, Target Rampung Akhir 2026
Pemerintah akan memperbarui buku ajar SD–SMA untuk memperbaiki kualitas fisik dan materi; target penyelesaia...
BGN Berhentikan 66 Kepala SPPG karena Pelanggaran Disiplin
BGN memproses pemberhentian 66 Kepala SPPG terkait pelanggaran disiplin dan kasus keracunan, sebagai upaya m...