Prabowo Puji Gubernur Sherly, Disambut Riuh di PENAS Gorontalo
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mendapat sambutan meriah ketika dipanggil Presiden Prabowo Subianto pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026. Ribuan petani dan nelayan bersorak saat nama Sherly disebut, memunculkan momen hangat dan canda Presiden di atas panggung.
Momen sambutan di panggung utama
Acara dimulai dengan Presiden Prabowo menyapa pejabat satu per satu. Ia memanggil beberapa gubernur, termasuk Andi Sudirman Sulaiman (Sulawesi Selatan), Yulius Selvanus (Sulawesi Utara), dan Hendrik Lewerissa (Maluku).
Ketika nama Gubernur Sherly Tjoanda disebut, suasana mendadak lebih riuh. Sherly berdiri, melambaikan tangan, dan tersenyum kepada warga yang hadir.
Candaan soal penghargaan film
Presiden sempat menoleh ke belakang untuk memastikan keberadaan Gubernur Sherly. Ia lalu menyelipkan guyonan yang membuat penonton tertawa.
"Seperti pemenang Piala Citra,"
Pernyataan itu disambut tepuk tangan dan teriakan meriah dari para petani dan nelayan di lokasi.
Sorakan untuk Sekretaris Kabinet
Selain Sherly, sosok Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga mencuri perhatian. Warga terus meneriakkan nama Teddy sebelum Presiden menyapanya.
"Teddy, Teddy,"
Teddy, yang mengenakan kemeja putih panjang, berdiri dan membalas senyum warga. Presiden Prabowo kemudian bergurau soal sambutan tersebut.
"Baru Letkol, Letkol kok sambutannya kayak gitu (meriah). Yang Presiden Aku,"
Dampak dan konteks
Respons hangat terhadap Gubernur Sherly menunjukkan tingginya antusiasme warga pada pertemuan nasional yang mengumpulkan petani dan nelayan. Acara ini jadi panggung bagi pejabat untuk berinteraksi langsung dengan konstituen sektor pangan dan kelautan.
Selain momen sapaan, PENAS XVII menjadi kesempatan pemerintah mempresentasikan program dan dukungan untuk sektor pertanian dan perikanan. Interaksi hangat seperti ini juga meningkatkan visibilitas para pejabat di hadapan publik.
Prospek ke depan: Momen apresiasi dan sorakan publik berpotensi menambah sorotan media dan masyarakat terhadap peran Gubernur Sherly dan pejabat lain di acara nasional. Peristiwa ini juga membuka ruang bagi dialog lanjutan mengenai kebijakan pertanian dan kelautan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Destinasi Wisata Flores Ditutup Sementara Pascagempa Magnitudo 7,7
Sejumlah destinasi wisata di Flores ditutup sementara pascagempa magnitudo 7,7 untuk pemeriksaan keamanan da...
Mensos: Jamuan Rakyat di Kalijodo Kurangi Beban Warga
Mensos Saifullah Yusuf hadiri Jamuan Rakyat di Kalijodo 18 Agustus 2026 dan bagikan sembako untuk mengurangi...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Rp60 Miliar ke Hong Kong
Bea Cukai menyita 30 keping emas 22,317 kg senilai Rp60 miliar yang hendak diselundupkan dua WNA Tiongkok ke...
Kemdiktisaintek Minta Fleksibilitas Akademik untuk Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek mengimbau perguruan tinggi di NTT menerapkan fleksibilitas akademik pascagempa 7,7 untuk men...
Ateng Sutisna Dorong Penguatan Tata Kelola Energi dan SDA
Ateng Sutisna mendorong penguatan tata kelola energi dan SDA setelah pidato Presiden, menyoroti B50, bursa k...
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...