Prabowo Panggil Menteri untuk Rapat Terbatas di Istana
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026. Kepala Negara dijadwalkan memimpin rapat terbatas (ratas) yang dimulai pukul 13.00 WIB.
Agenda dan waktu ratas
Ratas dijadwalkan berlangsung siang hari dan dipimpin langsung oleh Presiden. Menurut keterangan menteri yang hadir, pembahasan akan terkait dukungan perguruan tinggi terhadap program strategis pemerintah.
Presiden, kata menteri, menginginkan data yang valid untuk menjadi dasar kebijakan strategis. Oleh karena itu peserta diminta membawa bahan dan data terkait kesiapan institusi masing-masing.
Pernyataan Menteri Brian Yuliarto
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, hadir lebih dahulu sekitar pukul 12.40 WIB mengenakan kemeja putih. Ia mengaku belum mengetahui detail agenda yang akan dibahas.
"Saya belum tau nih. Dipanggil jam 13.00WIB, nanti kita lihat,"
Brian menegaskan bahwa pesan Presiden kepada perguruan tinggi adalah agar mendukung berbagai program strategis pemerintah. Ia juga memastikan ratas tidak membahas Universitas Republik Indonesia (URI).
"Tentunya terkait dengan program program stategis ya karena kan Pak Presiden Prabowo selalu berpesan univesitas itu harus memback up seluruh program startegis. Nah ini nanti saya kabarin tentang apa, ini bukan URI ,"
Selain itu, Brian menyatakan telah menyiapkan data untuk disampaikan pada Presiden. Ia menekankan pentingnya data valid sebagai dasar setiap kebijakan strategis.
"Tapi ya saya sudah siapkan data data bagaimana program kampus kita siap untuk memback up dari segi kajian, dari segi research. Karna kan bapak presiden ingin setiap kebijakan memerlukan data yang valid,"
Kehadiran pejabat lain
Selain Brian, sejumlah pejabat tinggi juga tiba di Istana. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa pembahasan akan melibatkan isu investasi dan industri strategis.
- Rosan Roeslani — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM
- Sigit P. Santosa — Direktur Utama PT Pindad
Rapat yang dipimpin Presiden ini dipandang sebagai upaya penguatan koordinasi antar-institusi pemerintahan dan stakeholder terkait. Para menteri diminta menyiapkan data dan kajian untuk mendukung kebijakan strategis.
Menunggu hasil ratas, publik dan pihak terkait kemungkinan akan menantikan rincian rekomendasi atau keputusan yang dihasilkan pertemuan hari ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Kecam Pengeroyokan di Bali, Minta Pengusutan Tuntas
DPR mengecam aksi main hakim sendiri di Tabanan, Bali, dan minta pelaku pengeroyokan diusut tuntas oleh Polr...
Perry Warjiyo Mundur, Komisi XI Minta Transisi BI Tanpa Gangguan
Perry Warjiyo ajukan mundur sebagai Gubernur BI (26 Juli 2026); Komisi XI DPR minta transisi berjalan mulus...
BMKG Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Perairan Sultra 27-30 Juli
BMKG peringatkan gelombang 1,25-2,5 meter di perairan Sultra pada 27-30 Juli 2026; nelayan dan operator kapa...
Menko Muhaimin: Deregulasi untuk Ekonomi yang Lebih Berpihak
Menko Muhaimin menyatakan deregulasi harus strategis untuk membuka peluang ekonomi dan mempercepat pemerataa...
BMKG: Hujan Lebat Meluas ke 13 Provinsi, Waspada 28 Juli
BMKG memperluas peringatan hujan sedang hingga lebat ke 13 provinsi pada 28 Juli 2026; warga diminta waspada...
Mekanisme Penggantian Gubernur BI Menurut UU
Pengunduran diri Perry Warjiyo memicu proses pengisian Gubernur BI sesuai UU; Deputi Gubernur Senior menjala...