Prabowo: Tak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar, Pertahankan MBG
Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan ke Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026, menanggapi kritik terhadap program yang dinilai sebagian pihak kontroversial. Menurut Presiden, memastikan warga tidak kelaparan adalah prioritas utama pemerintah.
Respons terhadap penolakan MBG
Presiden mengajak pihak yang menolak MBG untuk melihat langsung manfaatnya di lapangan. Ia meminta para pengkritik berdialog dengan penerima manfaat, seperti petani, nelayan, dan anak-anak, agar dapat menilai sendiri kebutuhan program tersebut.
"Ada juga yang nggak setuju MBG, harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini ya. Tanya itu petani nelayan MBG perlu atau tidak?, tanya anak-anak MBG perlu atau tidak?"
Alasan prioritas: mencegah kelaparan
Prabowo menegaskan pemenuhan kebutuhan pangan merupakan persoalan paling mendasar. Ia menyatakan tidak ada masalah yang lebih genting daripada perut lapar karena kelaparan dapat langsung mengancam nyawa.
"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar, orang perut lapar itu kalau nggak segera diisi ya dia mati."
Data internasional dan ancaman kelaparan
Presiden mengutip peringatan lembaga internasional bahwa jumlah penduduk yang mengalami kelaparan menunjukkan tren meningkat. Ia menyinggung peringatan yang disampaikan oleh FAO dan prediksi dari PBB mengenai skala masalah ini.
PBB sudah meramalkan, tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia. Diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi 500 juta, 700 juta. FAO memberi warning.
Kebijakan dan implikasi bagi ketahanan pangan
Presiden menegaskan pemerintah akan melanjutkan dan memperkuat program MBG sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pangan. Program ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemenuhan gizi dan kesejahteraan keluarga di wilayah rawan pangan.
Langkah pemerintah, menurut pernyataan tersebut, mencakup sinergi dengan petani dan nelayan untuk memastikan pasokan pangan berkelanjutan. Pendekatan itu diharapkan memperkuat jaringan produksi dan distribusi makanan bergizi ke sasaran program.
Dengan konteks ancaman kelaparan global yang meningkat, pemerintah menilai program pemberian makanan bergizi kepada kelompok rentan adalah intervensi yang harus diprioritaskan demi menyelamatkan nyawa dan membangun kualitas sumber daya manusia jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bangga dan Haru, Dua Srikandi TNI AU Ikut Upacara HUT RI ke-81
Dua srikandi TNI AU, Serda Nadya dan Serda Cantika, menjalani tugas upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 202...
Ibas: Kemerdekaan Harus Disyukuri dan Dijaga Bersama
Ibas mengajak masyarakat mensyukuri dan menjaga kemerdekaan serta mewakili keluarga SBY saat Presiden ke-6 m...
UMN Ubah Sampah Residu Jadi Arang dan Perkuat Pemasaran Digital
UMN mengolah sampah residu menjadi arang dan mengembangkan platform CRM untuk memperkuat pemasaran Bank Samp...
Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Penanganan Gempa NTT
Pemerintah menilai penanganan gempa NTT masih bisa dikelola sendiri sehingga belum membuka bantuan asing; id...
Lima Bandara di NTT Terdampak Gempa, Operasional Tetap Jalan
Kemenhub menyebut lima bandara di NTT terdampak gempa namun operasional tetap berjalan; inspeksi dan skema G...
PPKI: Langkah Awal Pembentukan Negara Pasca Proklamasi
PPKI menggelar sidang pertama pada 18 Agustus 1945 dan menetapkan UUD 1945, Soekarno-Hatta, serta pembentuka...