Nasional

Prabowo: Kabinet Diberi Mandat Selesaikan Persoalan Bangsa

Bagikan:
Presiden Prabowo berbicara saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta

Presiden Prabowo Subianto

Masalah ternyata lebih besar dari perkiraan

Prabowo mengatakan setelah memimpin pemerintahan, pemerintah menemukan sejumlah permasalahan lebih rumit dan luas. Ia menyoroti ketimpangan pendapatan dan akses yang masih terasa di berbagai wilayah.

"Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita. Tapi terus terang saja saya katakan, saya sendiri sebagai Presiden bersama Wakil Presiden, tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita,"

Pernyataan itu menegaskan bahwa mandat pemerintahan sekarang adalah menuntaskan masalah-masalah tersebut lewat kebijakan dan program yang nyata.

Poin masalah konkret

Presiden merinci beberapa persoalan yang membutuhkan perhatian prioritas kabinet. Ia menyebut gaji guru yang rendah, kurangnya lapangan kerja, dan masih adanya kemiskinan ekstrem di kalangan masyarakat.

"Kita paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham lapangan kerja kita kurang. Kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham, ini semua masalah, kita paham, kita mengerti,"

Dengan kondisi tersebut, Presiden menegaskan alasan bahwa kabinet mendapat mandat untuk menyelesaikan persoalan itu.

Kebocoran kekayaan negara dan distorsi ekonomi

Selain ketimpangan sosial, Presiden menyoroti arus keluar kekayaan negara yang signifikan. Ia menyebut kerugian mencapai "ribuan triliun" dan "ratusan miliar dolar tiap tahun" akibat praktik perdagangan dan pelaporan yang merugikan.

Praktik yang disebut antara lain under invoicing, pemalsuan laporan, transfer pricing, dan penyelundupan. Menurut Presiden, praktik-praktik ini menyebabkan distorsi terhadap perekonomian nasional.

"Telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun. Dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan, transfer pricing, dan penyelundupan,"

Tata kelola ekonomi dan tuntutan kerja kabinet

Prabowo menegaskan pemerintah akan memperbaiki tata kelola ekonomi untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara. Perbaikan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia meminta seluruh anggota kabinet bekerja keras, mengidentifikasi kebocoran, dan merancang kebijakan yang efektif. Langkah konkret akan diperlukan, mulai dari pengawasan perdagangan hingga reformasi administrasi perpajakan dan kepabeanan.

Prospek dan implikasi

Mandat presidensial ini menempatkan kabinet pada posisi kunci dalam periode pemerintahan berikutnya. Keberhasilan akan bergantung pada kemampuan koordinasi antar kementerian, transparansi kebijakan, dan penegakan hukum terhadap praktik yang merugikan negara.

Jika langkah perbaikan berhasil, diharapkan distorsi ekonomi menurun dan kesejahteraan publik meningkat dalam jangka menengah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait