Nasional

Prabowo: Korsel Minta Indonesia Buka Dialog dengan Korea Utara

Bagikan:
Presiden Prabowo berbicara di hadapan pengusaha di Istana Negara

Presiden Prabowo Subianto

Permintaan Korea Selatan kepada Indonesia

Prabowo mengatakan Lee Jae-Myung mempertanyakan kemungkinan kunjungannya ke Korea Utara untuk membuka jalur dialog. Prabowo menyatakan kesediaannya jika diminta.

“Presiden minta kepada saya, ‘Bisa tidak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?’. Saya bilang, ‘Saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat,’”

Alasan Indonesia dipilih sebagai penengah

Menurut Prabowo, Korea Selatan melihat Indonesia tidak memiliki kepentingan yang memihak sehingga mudah diterima di berbagai negara. Ia menyebut warisan pendiri bangsa berupa kebijakan luar negeri nonblok membuat posisi Indonesia netral dan mampu berperan sebagai fasilitator.

“Warisan itu adalah politik luar negeri yang nonblok, non-aligned, yaitu kita tidak ingin bergabung dengan blok atau pakta militer apa pun,”

Sikap luar negeri: menjadi tetangga yang baik

Prabowo menegaskan arah kebijakan luar negeri pemerintah saat ini adalah menjadi good neighbor. Ia menyebut tekad memperbaiki hubungan dan mendorong rekonsiliasi di kawasan yang masih rawan konflik, termasuk Asia Tenggara.

Prabowo mencontohkan ketegangan di Myanmar, serta konflik yang melibatkan Thailand dan Kamboja, sebagai alasan memperkuat pendekatan yang mengutamakan stabilitas dan dialog.

Upaya peredaman ketegangan global

Presiden juga menyoroti jaringan hubungan bilateral Indonesia yang luas. Ia menyebut Indonesia menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat, China, Rusia, Australia, Jepang, India, dan Papua Nugini, sekaligus menegaskan prinsip tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain.

“Indonesia dianggap tidak punya kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh dan di Myanmar pun kita pegang teguh itu, kita bisa diterima oleh hampir semua pihak,”

Respons pelaku usaha

Dialog Prabowo dengan pengusaha di Istana Negara diwarnai pujian terhadap gaya kepemimpinannya. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady, menyebut kepemimpinan Prabowo visioner dan strategis.

“Saya kira ini hari yang Bapak uraikan dan juga beberapa kali yang Bapak uraikan sesungguhnya memberikan kita kesan ya. Kepemimpinan yang sangat visionary, sangat strategis, sangat jelas. Dari sisi defensif maupun ofensif,” ujar James.

Dengan posisi netral dan pendekatan diplomasi aktif, Indonesia berupaya memperkuat peran sebagai mediator di kawasan sekaligus menjaga hubungan baik dengan berbagai kekuatan global. Langkah konkret selanjutnya tergantung pada inisiatif mitra dan kesediaan semua pihak untuk membuka dialog.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait