Nasional

PPEI Dorong Percepatan Pengembangan Panas Bumi

Bagikan:
Forum PPEI membahas percepatan pengembangan energi panas bumi di Indonesia untuk transisi energi

Pemuda Penggerak Energi Indonesia (PPEI) mendesak pemerintah mempercepat pengembangan panas bumi di wilayah berpotensi. Desakan itu disampaikan pada forum Geothermal Corner dengan tema 100 Tahun Panas Bumi Indonesia pada Jumat, 31 Juli 2026. Tujuannya untuk memperkuat transisi energi nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan daerah.

Forum dan peserta

Forum menjadi ruang dialog antara pemerintah, legislatif, pelaku industri, praktisi, dan pemuda. Beberapa narasumber hadir untuk membahas langkah percepatan dan tantangan pengembangan panas bumi.

  • Budi Herdianto — Koordinator Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi & Inspektur Panas Bumi, Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM
  • Ahab Sihabudin — Anggota Komisi VI DPRD Jawa Barat
  • Saepul Hidayat — Kepala BPKAD Kabupaten Garut
  • Erwandi Yanto — Government and Public Relations, Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang
  • M. Kholifan — Perwakilan Star Energy Geothermal
  • Yudi R. Darajat — Praktisi

Alasan percepatan pengembangan

PPEI menilai panas bumi sebagai sumber energi terbarukan yang mampu menyediakan pasokan listrik andal dengan emisi rendah. Pengembangan lebih cepat dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung ketahanan energi.

"Momentum 100 Tahun Panas Bumi Indonesia merupakan bukti bahwa energi panas bumi telah menjadi sumber energi bersih dan berkelanjutan yang memberikan manfaat besar bagi bangsa. Baik dalam penyediaan listrik maupun mendukung pengurangan emisi,"

— kata Taofik Rofi Nugraha, Ketua Umum PPEI, dalam keterangan resmi, Jumat, 31 Juli 2026.

Dampak ekonomi dan sosial

Menurut PPEI, pemanfaatan panas bumi yang lebih luas dapat mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah. Pengembangan proyek juga memberi efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Industri panas bumi juga menyediakan kontribusi bagi pembangunan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH), bonus produksi, dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Hal ini dinilai membantu pendanaan program pembangunan berkelanjutan di wilayah operasi.

Kolaborasi untuk akselerasi

PPEI mengapresiasi pengembang yang menjalankan operasional sesuai ketentuan dan memberdayakan masyarakat. Organisasi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda.

Dengan sinergi itu, PPEI berharap pengembangan panas bumi bisa berlangsung lebih cepat dan adil. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menuju kemandirian energi yang bersih, berkelanjutan, dan berkeadilan di Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait