Prabowo: Negara Wajib Pastikan Ketahanan Pangan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto
Pentingnya pangan sebagai dasar peradaban
Dalam sidang kabinet, Presiden menekankan bahwa ketersediaan pangan menjadi prasyarat keberlanjutan sebuah peradaban. Ia mengingatkan sejarah panjang umat manusia yang runtuh saat pasokan makanan tidak lagi terjamin.
"Apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya? Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka, untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban,"
Menurut Presiden, ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga terkait ketersediaan air, lahan subur, dan lingkungan yang terjaga. Kebijakan yang berpihak kepada petani menjadi bagian penting dari strategi nasional.
Aspek yang harus dijaga untuk ketahanan pangan
Presiden menguraikan beberapa komponen kunci yang harus dipastikan pemerintah agar ketahanan pangan tercapai. Ia juga mengajukan pertanyaan terkait ketersediaan input pertanian dan stabilitas harga.
- Ketersediaan air untuk irigasi dan pertanian;
- Lahan yang subur dan terkelola baik;
- Lingkungan yang terjaga untuk keberlanjutan produksi;
- Kebijakan yang mendukung petani, termasuk ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau.
"Kita bertanya sekarang, apakah harga pangan terkendali? Apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani, dengan harga yang terjangkau?"
Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi SDM
Presiden juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu prioritas pemerintah. Program ini disebutnya sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Kita bertanya apakah anak-anak sekolah memperoleh makanan bergizi di sekolah? Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan ibu-ibu hamil, orang-orang lansia, dianggap pemborosan,"
Ia menegaskan pemerintah akan melanjutkan program-program yang berpihak kepada masyarakat. Negara berkewajiban memastikan setiap warga mendapatkan hak dasar, termasuk akses pangan cukup dan bergizi.
Implikasi kebijakan dan langkah ke depan
Pernyataan Presiden menegaskan prioritas kabinet dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan memperkuat dukungan bagi sektor pertanian. Pemerintah diharapkan mempercepat langkah untuk memastikan distribusi yang adil, ketersediaan input pertanian, serta keberlanjutan lingkungan.
Dengan penekanan pada program makan bergizi, pemerintah menempatkan kesehatan dan kualitas generasi mendatang sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bawaslu Temukan Lima Pelanggaran Prosedur PDPB Semester I 2026
Bawaslu temukan lima pelanggaran prosedur dalam PDPB Semester I 2026 di 38 provinsi, termasuk kurang koordin...
Bawaslu Temukan Selisih Data Pemilih pada PDPB Semester I 2026
Bawaslu menemukan selisih data pemilih pada PDPB Semester I 2026, termasuk 304 di Paser dan 4.320 di Papua B...
Yusril: Penahanan Febrie Adriansyah Kewenangan Penyidik
Yusril menyatakan penahanan Febrie Adriansyah adalah kewenangan penyidik dan dapat diuji melalui praperadila...
Bawaslu Soroti PDPB Semester I 2026: 19 KPU Provinsi Abaikan Masukan
Bawaslu mencatat sejumlah kekurangan dalam rekapitulasi PDPB Semester I 2026: 19 KPU provinsi tidak mencantu...
Rosan: DSI Disiapkan Jadi Agen Penjual Tunggal Komoditas Ekspor
Rosan menyebut DSI disiapkan jadi agen penjual tunggal komoditas ekspor; integrasi data dimulai 1 Juni dan i...
BGN Refokus MBG ke Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
BGN refokus Program MBG ke wilayah stunting tinggi mengikuti arahan Presiden, menyisir ulang data 62,7 juta...