DPR: PHE Berpotensi Perkuat Pengelolaan Blok Masela
Anggota Komisi XII DPR, Sartono Hutomo, menilai PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berpotensi memperkuat pengelolaan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku. Keterlibatan PHE dengan hak partisipasi 20 persen diharapkan tidak sekadar kepemilikan, tetapi juga memberi nilai tambah teknis, ekonomi, dan tata kelola.
PHE dan peran strategis dalam pengelolaan
Sartono mengatakan pengalaman PHE dalam pengelolaan hulu migas menjadi modal penting untuk mendukung pengembangan proyek berskala global ini. Ia menekankan peran PHE dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), melibatkan industri nasional, serta mentransfer teknologi.
"PHE berpotensi memberi kontribusi besar. Karena memiliki pengalaman mengelola proyek hulu migas nasional,"
PHE juga dinilai memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mengawal aspek teknis, lingkungan, dan komersial proyek.
Tantangan lingkungan, sosial, dan tata kelola
Sartono mengingatkan Blok Masela adalah proyek liquefied natural gas (LNG) bertaraf internasional yang menuntut penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG). Penguatan kolaborasi teknologi dan tata kelola menjadi faktor kunci agar proyek berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar LNG global.
Manfaat ekonomi dan anggaran proyek
Pembangunan Blok Masela dimulai kembali setelah upacara peletakan batu pertama oleh Presiden pada 16 Juli 2026. Pemerintah memperkirakan proyek ini membawa dampak fiskal dan ekonomi signifikan.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Cadangan gas | 18,54 triliun kaki kubik (TCF) |
| Kapasitas produksi | 9,5 juta ton LNG per tahun |
| Nilai investasi | 20,9 miliar USD |
| Perkiraan penerimaan negara | 37,8 miliar USD |
| Kontribusi pajak tidak langsung | 6,43 miliar USD |
| Hak partisipasi PHE | 20% |
Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha, menilai keterlibatan Pertamina melalui PHE berpotensi meningkatkan produksi migas nasional dan memberi manfaat negara lebih besar melalui skema bagi hasil.
Implikasi dan langkah ke depan
Sartono berharap pengembangan Blok Masela bisa memperkuat ketahanan energi nasional, menambah penerimaan negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Untuk mewujudkan harapan itu, proyek harus dikelola dengan standar teknis dan tata kelola tinggi serta mendorong keterlibatan industri lokal.
Setelah tertunda hampir tiga dekade, dimulainya kembali proyek ini menandai fase penting dalam pemanfaatan potensi gas nasional. Keberhasilan bergantung pada sinergi antara operator, pemerintah, dan pemangku kepentingan lokal agar manfaat ekonomi dan lingkungan dapat terpadu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...