Prabowo: Daerah Tak Boleh Tertinggal Karena Jalan Rusak
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada daerah di Indonesia yang tertinggal akibat minimnya akses infrastruktur jalan. Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan rampungnya pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di Sampang, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.
Jalan sebagai urat nadi perekonomian
Presiden menilai jalan memegang peran sentral sebagai urat nadi perekonomian. Dengan akses jalan yang baik, petani dan pelaku usaha di desa dapat mengirimkan hasil panen dan produk lain ke pasar lebih mudah dan cepat.
Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat
Prabowo menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat akan menggerakkan kegiatan ekonomi di tingkat desa serta menghubungkan pusat distribusi kawasan industri dengan pemukiman warga.
Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan, dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar. Pusat distribusi kawasan industri dan sebaliknya dari mana-mana menuju ke desa
Menekan biaya angkut dan logistik
Menurut Presiden, peningkatan kualitas jaringan jalan akan menurunkan biaya angkut dan logistik. Dampak langsungnya adalah menurunnya ongkos produksi dan harga barang yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita, jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita
Bagian dari strategi ketahanan nasional
Prabowo menegaskan keberadaan jalan bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan bagian dari strategi ketahanan negara. Ia menyatakan swasembada pangan dan energi juga bergantung pada kelancaran jaringan distribusi.
Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita, swasembada pangan tidak hanya soal benih, irigasi. Swasembada energi tidak hanya soal energi, ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik
Ia menambahkan pemerintah akan meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah desa untuk memastikan konektivitas merata.
Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif. Dalam tahun-tahun yang akan datang kita akan tingkatkan biaya untuk pembangunan di seluruh daerah-daerah sampai ke desa-desa
Dengan selesainya proyek jalan sepanjang 1.151 kilometer, pemerintah berharap distribusi barang dan mobilitas penduduk lebih lancar, biaya logistik turun, dan ketahanan ekonomi serta pangan di daerah semakin kuat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gojek dan Grab Terapkan Komisi Maksimal 8% untuk Pengemudi Ojol
Gojek dan Grab terapkan komisi maksimal 8% untuk layanan ojek online mulai 1 Juli 2026 sesuai Perpres Perlin...
AS dan Iran Sepakati Gencatan 60 Hari, Buka Peluang Stabilitas Global
AS dan Iran menandatangani gencatan damai 60 hari yang membuka Selat Hormuz, melonggarkan sanksi, dan member...
Sekolah Garuda Transformasi Dongkrak Minat Kuliah ke Luar Negeri
Program Sekolah Garuda Transformasi di SMA Unggulan Thamrin meningkatkan minat siswa kuliah ke luar negeri d...
Sekolah Garuda Cetak Pemimpin untuk Indonesia Emas 2045
Sekolah Garuda disiapkan untuk mencetak pemimpin masa depan dengan seleksi ketat, pembinaan karakter, dan ak...
102 Pekerja Eks Hotel Sultan Laporkan Diri ke Posko GBK
Sebanyak 102 pekerja eks Hotel Sultan melapor ke Posko Alih Kelola Blok 15 GBK pada 22 Juni 2026 sebagai bag...
Wakapolri Ajak Buruh Perkuat Sinergi Lindungi Hak Pekerja
Wakapolri Dedi Prasetyo ajak buruh perkuat sinergi dengan Polri di Rakernas KSPI 2026 untuk lindungi hak pek...