Polri Kirim Logistik untuk Korban Gempa Flores, Ini Daftar Bantuannya
Polri menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa di Pulau Flores pada 18–19 Agustus 2026. Pengiriman dilakukan menggunakan dua kapal Korpolairud menuju Dermaga Reo untuk menjangkau wilayah Kabupaten Manggarai hingga Kabupaten Sikka. Tujuan utama adalah memenuhi kebutuhan dasar penyintas dan memastikan distribusi berjalan aman serta tepat sasaran.
Penyaluran dan rute pengiriman
Pada Selasa, 18 Agustus 2026, dua armada kapal Korpolairud Polri diberangkatkan untuk mengangkut bantuan melalui jalur laut. Pilihan rute ke Dermaga Reo diambil karena dianggap relatif aman bagi proses bongkar muat. Pernyataan resmi disampaikan pada Rabu, 19 Agustus 2026 oleh Kepala Korps Polairud Baharkam Polri, Irjen Pol Raden Firdaus Kurniawan Ferry.
Rincian bantuan yang dikirim
Logistik yang dimuat ke kapal terdiri dari kebutuhan pokok dan tambahan untuk anak-anak. Rincian paket bantuan sebagai berikut:
- 3.500 kantong beras dengan total berat 17.500 kilogram (17,5 ton)
- 3.500 liter minyak goreng
- 3.500 paket sembako
- 500 unit mainan anak untuk penyintas anak
Koordinasi dan pengawasan lapangan
Distribusi logistik melibatkan koordinasi intensif antar satuan. Jajaran Polda Nusa Tenggara Timur mengambil bagian dalam pengemasan dan pemuatan. Kepala Polres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, ikut memantau proses pemuatan di dermaga pelabuhan untuk memastikan kelancaran pemberangkatan.
"Polri memastikan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores dapat segera didistribusikan. Seluruh bantuan yang dimuat ke kapal siap disalurkan kepada masyarakat," kata Irjen Pol Raden Firdaus Kurniawan Ferry.
"Pendistribusian ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Bantuan disalurkan bertahap sesuai kebutuhan setiap wilayah agar tepat sasaran," ujar AKBP Christian Kadang.
Petugas menegaskan pendataan kebutuhan warga terus dilakukan. Tujuannya agar distribusi tambahan bisa disesuaikan secara efektif dengan kondisi lapangan.
Dampak dan langkah berikutnya
Pengiriman tahap awal ini menargetkan kebutuhan pokok segera. Selanjutnya, Polri akan terus membangun koordinasi dengan satuan kewilayahan dan pihak terkait lainnya. Fokus berikutnya adalah pemantauan distribusi di titik-titik penerima untuk menghindari penumpukan atau keterlambatan.
Dengan langkah ini, aparat berharap proses pemulihan darurat berjalan lebih cepat dan kebutuhan dasar penyintas gempa di Pulau Flores dapat terpenuhi secara merata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
TNI AU Kerahkan 6 Pesawat Angkut Kirim Bantuan ke NTT
TNI AU mengerahkan enam pesawat angkut sejak 17 Agustus 2026 untuk mengirim bantuan logistik ke Labuan Bajo...
Polri Tangani 40 Perkara Karhutla, 29 Tersangka di Riau
Bareskrim catat 40 perkara karhutla per 15 Agustus 2026; 29 tersangka ditetapkan di Riau. Kementerian Kehuta...
BNPB Pastikan Kebutuhan Korban Gempa Flores Tercukupi
BNPB meninjau penanganan gempa Flores 18 Agustus 2026 dan menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak...
Dampak Gempa NTT: 40.040 Pengungsi, Manggarai Timur Terbanyak
BNPB mencatat 40.040 pengungsi akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT; Manggarai Timur menampung 15.465 orang sem...
Ada Apa di 19 Agustus 2026? 5 Momentum Nasional dan Internasional
19 Agustus 2026 mencakup lima peringatan penting: kemanusiaan, HUT Mahkamah Agung, Kemenlu, fotografi, dan h...
Karantina Banten Musnahkan 3,6 Ton Daging Tanpa Dokumen
Karantina Banten memusnahkan 3,6 ton daging tanpa dokumen di Merak setelah penggagalan pengiriman dari Jambi...