KemenHAM Selesaikan RANHAM Generasi Keenam, Perluas Isu HAM
Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menyatakan RANHAM Generasi Keenam telah rampung dan kini berada di Sekretariat Negara, menunggu pengesahan Presiden dalam waktu dekat. Dokumen tersebut disusun untuk menjadi pedoman pemenuhan dan perlindungan HAM nasional yang dinantikan berbagai pihak.
Dokumen dan proses pengesahan
Plt Dirjen Instrumen dan Penguatan HAM, Sofia Alatas, mengatakan penyusunan RANHAM sudah selesai disusun dan diserahkan ke Sekretariat Negara. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
“Penyusunannya sudah selesai dan sudah sampai di Sekretariat Negara. Harapannya dalam waktu dekat ini bisa disahkan oleh Presiden karena berbagai pihak juga menunggu RANHAM tersebut.”
Perluasan cakupan isu
Sofia menjelaskan RANHAM Generasi Keenam tidak sekadar memuat program rutin. Dokumen ini merancang langkah strategis lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan pekerjaan rumah pemenuhan HAM.
“Yang kita masukkan di dalam RANHAM bukan merupakan aksi rutin yang sudah dikerjakan kementerian, lembaga, maupun provinsi, kabupaten, dan kota. Ini merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar pemenuhan HAM dapat dirasakan masyarakat.”
Untuk generasi keenam, cakupan isu diperluas sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Salah satu penambahan signifikan adalah perhatian khusus pada pekerja migran, yang sebelumnya belum disentuh secara khusus.
Prioritas isi RANHAM
Meski ada perluasan isu, RANHAM Generasi Keenam tetap memprioritaskan perlindungan terhadap kelompok rentan. Pemerintah memasukkan pilar-pilar berikut ke dalam agenda pelaksanaan:
- Perlindungan perempuan
- Perlindungan anak
- Perlindungan penyandang disabilitas
- Pencegahan penyiksaan
- Penghapusan diskriminasi
- Pengarusutamaan HAM dalam kebijakan
“Penyandang disabilitas tetap kita perhatikan, kemudian anak dan perempuan. Bagaimana juga anti penyiksaan dan bebas dari diskriminasi itu coba kita masukkan salah satu pilar penting adalah pengarusutamaan HAM dalam penyusunan kebijakan.”
Dampak dan langkah selanjutnya
Dokumen yang sudah diserahkan ke Sekretariat Negara kini menunggu tanda tangan Presiden agar resmi menjadi pedoman nasional. Setelah pengesahan, RANHAM diharapkan menjadi acuan pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemajuan HAM di semua tingkatan pemerintahan.
Perluasan fokus pada isu seperti pekerja migran diproyeksikan mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok yang sebelumnya kurang terjangkau oleh program nasional. Implementasi lintas sektor akan menjadi tantangan dan fokus pelaksanaan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling di Posko Gempa NTT
Pemerintah menggelar trauma healing dan perpustakaan keliling di posko GOR Samador, Sikka pada 19 Agustus 20...
UKWR ke-54: RRI Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis
RRI menggelar UKWR ke-54 pada 19-20 Agustus 2026 di Auditorium M untuk meningkatkan profesionalisme 71 jurna...
KRI Bung Hatta Kirim Bantuan Logistik ke Manggarai NTT
KRI Bung Hatta berangkat 18 Agustus 2026 dari Labuhan Bajo ke Reok membawa logistik untuk korban gempa 7,7 d...
Polri Kirim Logistik untuk Korban Gempa Flores, Ini Daftar Bantuannya
Polri mengirim bantuan logistik ke Pulau Flores pada 18–19 Agustus 2026: beras, minyak, sembako, dan mainan...
BGN Siagakan SPPG, Prioritaskan Warga dan Kelompok Rentan di NTT
BGN perintahkan SPPG tingkatkan kesiapsiagaan di NTT agar distribusi makanan dan pemenuhan gizi warga terdam...
TNI AU Kerahkan 6 Pesawat Angkut Kirim Bantuan ke NTT
TNI AU mengerahkan enam pesawat angkut sejak 17 Agustus 2026 untuk mengirim bantuan logistik ke Labuan Bajo...