Prabowo: Keberhasilan B50 Hasil Estafet Tiga Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberhasilan penerapan B50 adalah hasil kerja panjang yang melibatkan tiga pemerintahan. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026. Presiden menilai capaian ini menunjukkan pentingnya kesinambungan kebijakan untuk mencapai kemandirian energi.
Keberhasilan yang dibangun bertahap
Presiden menegaskan program biodiesel tidak muncul tiba-tiba. Kebijakan ini mulai dirintis sejak 2008 dan berkembang melalui beberapa tahapan campuran biodiesel hingga ditetapkan mandatory B50 pada 2026. Ia menyebut pencapaian itu merupakan akumulasi usaha lintas periode kepemimpinan.
Sejarah dan rangkaian pemerintahan
Prabowo menjelaskan inisiasi program biodiesel bermula pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kebijakan tersebut kemudian dilanjutkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan terus disempurnakan hingga mencapai B50.
"Ini juga prestasi pemerintah-pemerintah sebelum saya, karena ini kita canangkan sudah dari 2008. Bayangkan dari 2008,"
"Itu pemerintahan SBY, dilanjutkan sama pemerintahan Jokowi, di ujungnya saya teruskan. Ibarat ini adalah estafet,"
Pesan tentang kesinambungan kebijakan
Presiden menekankan bahwa pembangunan strategis memerlukan kesinambungan antarpemerintahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk menghargai peran pemimpin terdahulu dan proses panjang yang dilalui bangsa. Menurutnya, keberlangsungan kebijakan menjadi kunci agar program skala nasional mencapai hasil nyata.
"Jangan caci maki, jangan menghina orang. Kita harus meneruskan apa yang sudah dirintis pendahulu-pendahulu kita,"
Makna bagi energi nasional
Dengan penerapan B50, pemerintah berharap memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Presiden juga menyatakan langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pelopor dalam peningkatan campuran biodiesel pada skala besar.
Prabowo mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan teknis dan kebijakan. Ia meminta dukungan lintas sektor agar manfaat B50 dapat dirasakan luas oleh ekonomi dan lingkungan nasional.
Catatan: Penerapan B50 merupakan hasil akumulasi kebijakan sejak 2008 yang kini memasuki tahap mandatory pada 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: Peluncuran B50 Hentikan Impor Solar
Presiden Prabowo menyatakan peluncuran B50 pada 9 Juli 2026 menjadi langkah untuk menghentikan impor solar d...
Mendag Tegaskan Pengawasan Internal Usai Lantik Irjen Baru
Mendag Budi Santoso melantik Komjen Pol. Helmy Santika sebagai Irjen Kemendag dan menekankan pentingnya peng...
Prabowo: Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan B50 Mandatori
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia resmi jadi negara pertama yang menerapkan mandatori biodiesel B50, lan...
Gakkum Humanis: Korlantas Edukasi Pengemudi soal ODOL
Korlantas sosialisasi ODOL di KM 29A Tol Japek pada 9 Juli 2026, edukasi sebelum penertiban penuh pada 1 Jan...
Prabowo Luncurkan Mandatori B50 dan Tekankan Ambisi Masuk Piala Dunia
Presiden Prabowo meluncurkan Mandatori Biodiesel B50 di Karawang dan meminta dukungan agar timnas Indonesia...
KPK Ajukan Tambahan Anggaran ke Kemenkeu untuk 2026-2027
KPK mengajukan tambahan anggaran untuk 2026-2027 ke Kemenkeu, terutama untuk belanja operasional dan pengada...