Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian pemerintah dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menyatakan pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari untuk menyelesaikan persoalan yang berpuluh tahun sulit dituntaskan.
Angka dan makna kebijakan
Prabowo menekankan bahwa 121 kebijakan itu dijalankan untuk menangani masalah-masalah negara yang menumpuk selama puluhan tahun. Ia memaparkan bahwa rata-rata pemerintah mengeluarkan satu kebijakan transformatif setiap lima hari selama periode tersebut.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan," ujar Prabowo saat berpidato di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Empat pedoman kerja pemerintahan
Menurut Prabowo, kebijakan-kebijakan pemerintah berdasarkan empat pedoman utama yang menjadi dasar pelaksanaan sumpah jabatan. Keempat pedoman itu ia jelaskan dalam pidato resmi.
- Menjalankan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
- Menjaga kepentingan inti dan vital negara, termasuk mengelola kekayaan bangsa untuk kemakmuran rakyat (the core and vital national interest).
- Mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya.
- Berorientasi pada kepentingan rakyat dan masa depan anak-cucu bangsa.
Prabowo menguatkan komitmen tersebut dengan pernyataan bahwa pengelolaan kekayaan negara diarahkan untuk kemakmuran seluruh rakyat.
Pengakuan keterbatasan dan apresiasi
Meski memaparkan capaian, Prabowo mengakui belum semua persoalan dan janji pemerintahan tuntas. Ia menyatakan upaya masih berlanjut dan beberapa target belum sepenuhnya tercapai.
"Ketiga, kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Keempat, dalam bekerja kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat dan kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka,"
Prabowo juga memberi penghargaan kepada menteri-menteri dan stafnya atas kerja keras yang intensif. Ia menyebut beberapa anggota kabinet mengalami kelelahan hingga memerlukan perawatan medis.
"Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapean,"
Dampak dan prospek ke depan
Prabowo menegaskan pemerintah akan melanjutkan kerja keras untuk memenuhi amanah rakyat. Ia menyatakan orientasi kebijakan tetap pada perlindungan kepentingan nasional dan percepatan perbaikan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Penutup pidato menegaskan komitmen agar pelaksanaan kebijakan terus dilanjutkan demi kemakmuran generasi saat ini dan mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Muzani: Etika Jadi Syarat Kritik dalam Demokrasi
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan kritik dalam demokrasi harus disampaikan dengan etika, tanggung jawab, dan...
Junaidi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Tingkatkan Kesejahteraan
Ahmad Junaidi minta pemerintah targetkan pertumbuhan inklusif dan arahkan anggaran untuk manfaat nyata demi...
14 Agustus: Daftar Peringatan dan Peristiwa Bersejarah
14 Agustus menandai Hari Pramuka, Hari Kaligrafi Sedunia, kemerdekaan Pakistan, dan momen akhir Perang Dunia...
Aksi Damai di Gerbang Pemuda GBK, Lalu Lintas Mulai Padat
Aksi damai sejak 10.45 WIB di Gerbang Pemuda GBK membuat arus menuju Jalan Gerbang Pemuda padat; Polda Metro...
Kejar Target 8% pada 2029, DPR Minta Perkuat Koordinasi Pemerintah
DPR minta pemerintah perkuat koordinasi dan percepat pelaksanaan program agar target pertumbuhan 8% pada 202...
Puan Maharani Tampil Anggun dengan Kebaya Hijau Olive di Sidang
Ketua DPR Puan Maharani menghadiri Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus 2026 dengan kebaya hijau olive; DPR mela...