Posko Siaga Antisipasi Geng Motor di Sambirejo Timur
Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi tiga pilar bersama masyarakat pada Minggu (9/8) malam. Rapat digelar menyusul laporan sekelompok geng motor bersenjata tajam yang diduga menghadang pengendara pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.
Kronologi kejadian
Menurut Kepala Desa M. Arifin, kelompok geng motor melintas di salah satu ruas jalan desa membawa senjata tajam. Saat menemukan pengendara sepeda motor yang melintas sendirian, mereka diduga menghadang dan mengambil kendaraan korban.
“Sabtu malam atau dini hari itu ada geng motor bersenjata tajam masuk ke jalan desa kami. Sekitar pukul 04.30 WIB mereka melintas. Kalau bertemu pengendara sepeda motor yang sendirian, dihadang dan diambil motornya,”
Rapat tiga pilar dan peserta
Rapat yang digelar malam itu dihadiri seluruh unsur pilar desa dan elemen masyarakat. Pertemuan bertujuan menyinergikan langkah pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya terkait aksi geng motor dan potensi begal.
- Pemerintah Desa Sambirejo Timur
- Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
- Bhabinkamtibmas dan Babinsa
- Direktur BUMDes
- Perwakilan Pemuda Pancasila desa
- Warga dan tokoh masyarakat
Keputusan: posko siaga dan jadwal patroli
Dari rapat disepakati pembentukan posko siaga untuk mengantisipasi geng motor, begal, dan gangguan kamtibmas lain di sepanjang jalan lintas Desa Sambirejo Timur. Posko mulai diaktifkan pada Senin (10/8/2026) malam dan berlangsung dua pekan.
“Kami sepakat mulai malam ini sampai dua minggu ke depan membuat posko siaga antisipasi geng motor dan begal di jalan lintas Desa Sambirejo Timur. Mulai pukul 01.00 dini hari sampai pukul 05.00 subuh,”
Pengamanan dipusatkan pada jam rawan, yakni antara pukul 01.00 sampai 05.00 WIB. Langkah ini bertujuan memberi rasa aman dan meningkatkan kewaspadaan warga sepanjang akses yang mengarah ke kawasan Kualanamu.
Imbauan dan penegasan
Kepala desa menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan berarti desa menjadi tempat mangkal begal. Ruas jalan di desa disebut hanya menjadi jalur perlintasan karena tembus ke Kualanamu. Ia juga meminta warga tidak mudah menyebarkan informasi yang menciptakan kesan mencekam di media sosial.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga keamanan desa. Masyarakat jangan panik, tetapi tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat apabila melihat hal-hal yang mencurigakan,”
Langkah posko siaga diharapkan memperkuat sinergi aparat dan warga dalam mencegah kejadian serupa serta menjaga kondusivitas wilayah Sambirejo Timur.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...