Lokal

630 Masjid di Aceh Ikut Geber Mas, ASN Kemenag Gotong Royong

Bagikan:
ASN dan warga membersihkan Masjid Jami' Lueng Bata saat Gerakan Bersih-Bersih Masjid 10 Agustus 2026

BANDA ACEH — Sebanyak 630 masjid di Provinsi Aceh mengikuti Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 10 Agustus 2026. Di Banda Aceh, ASN Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan ASN Kementerian Agama Kota Banda Aceh bergotong royong membersihkan Masjid Jami’ Lueng Bata untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah.

Pelaksanaan gerakan

Di Masjid Jami’ Lueng Bata, petugas dan relawan membersihkan bagian dalam masjid serta lingkungan sekitarnya. Aksi mencakup sapu, pel, pengumpulan sampah, dan perapihan area taman masjid. Kegiatan ini melibatkan jajaran Kementerian Agama, pengurus masjid, penyuluh agama, dan warga setempat.

Secara keseluruhan, Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Aceh menjangkau 630 masjid. Gerakan serentak bertujuan menguatkan rasa kebersamaan serta menjaga kelestarian rumah ibadah.

  • Pelaksana utama: ASN Kanwil Kemenag Aceh dan ASN Kemenag Kota Banda Aceh
  • Partisipan: pengurus masjid, penyuluh, dan masyarakat
  • Tanggal: 10 Agustus 2026

Sambutan Kakanwil Kemenag Aceh

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs. H. Azhari MSi, menekankan bahwa gerakan ini lebih dari sekadar bersih-bersih. Menurutnya, kegiatan itu juga sarana membangun kesadaran kolektif soal kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan masjid, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan," ujar Azhari.

Penanaman pohon dan dukungan ekoteologi

Selain pembersihan, kegiatan di Masjid Jami’ Lueng Bata dirangkai dengan penanaman pohon. Aksi penghijauan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program ekoteologi yang dicanangkan Kementerian Agama.

Penanaman dilakukan sebagai langkah konkret menjaga lingkungan dan mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pelestarian alam. Kegiatan ini diharapkan mendorong praktik berkelanjutan di lingkungan masjid.

Pesan dan tindak lanjut

Azhari mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari nilai keagamaan. Ia mengajak ASN, pengurus masjid, penyuluh, dan masyarakat untuk terus merawat kebersihan masjid dan menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui tindakan nyata.

"Masjid memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat. Dari masjid kita bisa menanamkan pesan bahwa kebersihan, penghijauan, dan menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama," tambahnya.

Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Upaya berkelanjutan dan kolaborasi lintas pihak diperlukan agar pesan kebersihan dan pelestarian lingkungan melekat di masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait