Banten dan Lampung Resmi Tuan Rumah PON 2032
Banten dan Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Keputusan final diumumkan pada Rakernas dan Munaslub KONI Pusat 2026 di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026, setelah evaluasi kesiapan sarana dan fasilitas.
Penetapan dan mekanisme keputusan
KONI menjelaskan penetapan mengikuti mekanisme yang diatur oleh organisasi pusat. Proses dimulai enam tahun sebelum penyelenggaraan untuk memberi waktu persiapan maksimal bagi daerah terpilih.
Menurut Ketua Umum KONI, penentuan berlangsung dinamis, namun kedua provinsi memenuhi kriteria hingga titik akhir.
"Enam tahun sebelum penyelenggaraan PON kita membuka kesempatan kepada seluruh KONI Provinsi untuk menawarkan diri sebagai tuan rumah," ujar Marciano Norman usai Rakernas di Hotel Pullman, Jakarta Barat.
Kesiapan venue dan infrastruktur
KONI menilai kesiapan sarana olahraga menjadi faktor utama. Dari laporan tim penilai, kesiapan Banten tercatat mencapai 89 persen, sedangkan Lampung berada di angka 76 persen.
"Dari laporan tadi, kesiapan venue Banten sudah mencapai 89 persen, mereka nyaris memiliki semuanya. Kemudian untuk Lampung, kesiapan mereka mencapai 76 persen," kata Marciano Norman.
Dengan jangka waktu enam tahun ke depan, KONI optimistis kedua provinsi dapat melengkapi kekurangan dan memenuhi standar nasional bahkan internasional.
Respons daerah: optimisme Lampung
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung menyambut penetapan itu dengan antusias. Mereka menilai hasil penilaian tim penjaringan menunjukkan kesiapan Lampung untuk menjadi penyelenggara bersama.
"Tentu kami menyambut sangat gembira dan Alhamdulillah. Lampung dinyatakan sangat layak sebagai tuan rumah dinilai dari venue-venue yang disiapkan," ujar Riagus Ria.
Riagus menambahkan pemerintah provinsi akan terus melengkapi fasilitas agar memenuhi standar nasional dan internasional, serta memperkuat dukungan logistik dan layanan pendukung penyelenggaraan.
Agenda Rakernas dan implikasi lain
Selain penetapan tuan rumah PON 2032, Rakernas KONI 2026 juga membahas perubahan AD/ART dan pengesahan organisasi baru sebagai anggota KONI Pusat. Keputusan ini menandai fase baru bagi persiapan kompetisi olahraga nasional terbesar di Indonesia.
Ke depan, fokus akan beralih ke detail teknis: penyelesaian venue, transportasi, akomodasi atlet, dan standar penyelenggaraan. Dengan waktu lebih dari lima tahun, KONI dan pemerintah daerah mendapat tugas untuk mempercepat pembangunan dan memastikan PON 2032 berjalan lancar.
Berita Terkait
Man City Dirikan Patung Pep Guardiola di Etihad
Manchester City berencana mendirikan patung Pep Guardiola di Etihad serta penamaan tribun dan monumen setela...
Ganda Putra Jadi Harapan Indonesia di Indonesia Open 2026
Pengamat Mimi Irawan menjadikan ganda putra sebagai harapan utama Indonesia di Indonesia Open 2026, digelar...
Tuchel Coret Trent Alexander-Arnold dari Skuad Inggris
Thomas Tuchel mencoret Trent Alexander-Arnold dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026; Djed Spence dipangg...
Persib Selangkah Jadi Juara, Cukup Satu Poin di GBLA
Persib hanya butuh satu poin saat menjamu Persijap di GBLA, 23 Mei 2026, untuk memastikan gelar juara Super...
Japfa Fide Rated 2026 Resmi Digelar, Diikuti 342 Pecatur dari 8 Negara
Japfa Fide Rated 2026 dibuka di Jakarta (22-26 Mei) dengan 342+ pecatur dari 8 negara; 9 babak, total hadiah...
Pep Guardiola Hengkang dari Manchester City Akhir Musim
Pep Guardiola memastikan akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim, mengakhiri satu dekade penuh tr...