Japfa Fide Rated 2026 Resmi Digelar, Diikuti 342 Pecatur dari 8 Negara
Turnamen Japfa Fide Rated 2026 resmi dibuka di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Acara ini diikuti lebih dari 342 pecatur dari Indonesia dan delegasi dari tujuh negara lain, termasuk Australia, Italia, Jepang, Uzbekistan, dan Singapura. Turnamen berlangsung hingga 26 Mei 2026 dengan format FIDE rated standar 9 babak dan total hadiah Rp180 juta.
Pelaksanaan dan peserta
Turnamen dimulai pada 22 Mei dan dijadwalkan berakhir pada 26 Mei 2026. Pertandingan menggunakan sistem standar 9 babak yang berlaku untuk penghitungan peringkat FIDE. Panitia mencatat partisipasi internasional dari tujuh negara, yang menegaskan daya tarik kompetisi ini di kancah regional.
Dukungan institusi dan tujuan
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) Pandapotan Sinaga menyambut antusias kembalinya event ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menaikkan kualitas dan peringkat pecatur nasional.
"Terima kasih kepada PT Japfa Comfeed Indonesia yang terus berkomitmen dalam memajukan catur Indonesia. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para pecatur untuk meningkatkan fide ratednya,"
Kerja sama antara PB Percasi dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk disebut telah berjalan lama. Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rahmat Indrajaya, menyatakan hubungan tersebut telah menghasilkan bibit-bibit baru.
"Kita sudah bekerja sama dengan PB Percasi lebih dari 26 tahun, yang sampai saat ini sangat baik sekali. Sudah banyak menghasilkan bibit-bibit baru,"
Peran penyelenggara dan apresiasi
Ketua Panitia Japfa Fide Rated 2026, Henry Hendratno, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Japfa. Ia menilai kolaborasi ini mempercepat proses pembinaan catur di Tanah Air.
"Kami sangat menghargai hubungan yang erat dengan PT Japfa. Tanpa Japfa pembinaan pasti tidak secepat ini untuk catur Indonesia,"
Implikasi dan prospek
Turnamen ini memberi peluang bagi pecatur lokal untuk menaikkan peringkat FIDE dan bertemu lawan dari luar negeri. Keberlanjutan dukungan korporasi seperti PT Japfa dinilai krusial untuk memelihara rantai pembinaan dan menemukan talenta baru. Hasil akhir kompetisi diperkirakan menjadi tolok ukur perkembangan pecatur nasional pada musim kompetisi berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Jurgen Klopp Hampir Jadi Pelatih Timnas Jerman hingga 2030
Jurgen Klopp hampir resmi jadi pelatih Timnas Jerman dengan kontrak empat tahun sampai Piala Dunia 2030, men...
Prancis Siap Mencalonkan Diri Tuan Rumah Piala Dunia 2038 atau 2042
Prancis bersiap mencalonkan diri jadi tuan rumah Piala Dunia 2038 atau 2042 setelah studi kelayakan sejak 20...
Persija Pertahankan Hafizh hingga 2029
Persija resmi perpanjang kontrak Muhamad Hafizh hingga 2029; kiper muda jebolan EPA-20 akan dipersiapkan unt...
Alex Martin Siap Hadapi Tantangan setelah Gol Penyelamat Persebaya
Alex Martin mencetak gol krusial untuk Persebaya pada laga 99th Anniversary, meningkatkan kepercayaan diri s...
Partai Demokrat Liberal Minta UEFA Tinggalkan FIFA
Partai Demokrat Liberal Inggris mendesak UEFA dan FA mundur dari FIFA menyusul kontroversi keputusan dan keb...
Petisi 'Usir Argentina' dari Piala Dunia Kumpulkan 23 Juta Tanda Tangan
Petisi daring menuntut larangan permanen bagi Argentina di Piala Dunia mengumpulkan 23 juta tanda tangan, ny...