Polri Kerahkan 300 Brimob Tangani Karhutla di Kalbar
Polri mengerahkan 300 personel Brimob dari Kalimantan Timur dan Bali ke Kalimantan Barat untuk memperkuat pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemberangkatan dilakukan pada akhir Agustus 2026 untuk merespons potensi peningkatan titik api dan melindungi masyarakat serta lingkungan.
Pengerahan dan rute keberangkatan
Dari Kalimantan Timur diberangkatkan 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob yang bertugas di bawah Bawah Kendali Operasi Satgas Operasi Aman Nusa II Penanganan Karhutla. Upacara pemberangkatan digelar di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan dan dipimpin Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro.
Sementara itu, Polda Bali mengerahkan satu kompi berjumlah 110 personel Brimob. Pemberangkatan dipimpin Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai. Seluruh pasukan selanjutnya diterbangkan menuju Pontianak untuk bergabung dengan jajaran Polda Kalbar.
Tugas, komando, dan koordinasi lapangan
190 personel dari Kaltim berada di bawah komando Kombes Pol Iwan Hidayat selaku Danmen Penugasan. Pasukan diarahkan untuk memperkuat pencegahan, pemadaman, dan respons cepat terhadap kebakaran, khususnya di area lahan gambut yang berisiko tinggi.
“Polri terus memperkuat mitigasi sejak dini melalui patroli terpadu, deteksi dini, kesiapsiagaan personel, dan pemanfaatan teknologi. Kolaborasi juga diperkuat bersama kementerian, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan,”
Penguatan ini juga mencakup perlindungan masyarakat dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
Strategi operasional
Pasukan Brimob akan mengerahkan patroli terpadu dan teknologi deteksi dini untuk segera menemukan titik api. Selain pemadaman, mereka juga melakukan sosialisasi ke desa-desa rawan dan memantau aktivitas pembukaan lahan yang berisiko menimbulkan api.
“Tujuannya mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Seluruh langkah dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan kesiapan personel serta dukungan teknologi,”
Dampak yang diharapkan
Mobilisasi ini diharapkan dapat menekan jumlah titik api dan mempercepat penanganan ketika kebakaran ditemukan. Kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait ditujukan untuk mengurangi dampak kesehatan, gangguan aktivitas masyarakat, dan kerusakan lingkungan.
Polri menegaskan bahwa upaya penanggulangan tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, penegakan hukum, serta pemulihan lahan pasca-kebakaran. Kesiapsiagaan lintas wilayah ini menjadi bagian dari strategi untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana skala lebih luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...