Nasional

Kapolri Dukung Asta Cita: Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

Bagikan:
Kapolri Listyo Sigit memberikan sambutan pada syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto lewat penguatan ketahanan pangan, energi, dan stabilitas nasional. Pernyataan itu disampaikan pada syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Rabu 1 Juli 2026, di Mako Satlat Brimob Cikeas, Bogor.

Dukungan Polri untuk prioritas pemerintah

Listyo menyatakan Polri berperan aktif mengawal instruksi presiden yang bertujuan mempercepat swasembada pangan dan energi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan global seperti perubahan iklim, disrupsi teknologi, dan konflik geopolitik.

"Menghadapi tantangan tersebut, Bapak Presiden telah memberikan instruksi guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan dan energi. Polri berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah demi menjaga stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa,"

Program ketahanan pangan di lapangan

Polri mengimplementasikan sejumlah program ketahanan pangan di berbagai daerah. Program itu mencakup pengembangan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, dan pengawasan distribusi bantuan pemerintah untuk memastikan tepat sasaran.

Beberapa langkah konkret yang dijalankan Polri antara lain:

  • Kolaborasi dengan 30.548 kelompok tani;
  • Pengembangan penanaman jagung pada lahan potensial seluas 1,37 juta hektare;
  • Program pekarangan pangan bergizi dan penyediaan bibit unggul;
  • Fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat lewat kerja sama dengan Bank Himbara.

"Hingga kuartal kedua 2026, program tersebut menghasilkan panen raya sebanyak 5,7 juta ton. Polri juga mengembangkan budidaya bawang putih di beberapa daerah strategis Indonesia,"

Inovasi dan infrastruktur pangan

Untuk meningkatkan produktivitas, Polri mendorong pemakaian bibit unggul dan pupuk presisi. Selain itu, mereka mengimplementasikan teknologi pengeringan mobile rotary dryer dan membangun gudang pangan.

Data infrastruktur:

  • 29 gudang pangan dibangun untuk memperkuat ketahanan pasokan;
  • Inovasi teknis diterapkan di beberapa sentra produksi.

Swasembada energi dan penegakan hukum

Polri juga meningkatkan pengawasan sektor energi untuk mendukung swasembada lewat operasi penegakan hukum dan tindakan penghematan.

Kategori Jumlah
Kasus energi yang diungkap 464 kasus
Tersangka 594 orang
Solar disita 669.000 liter
Pertalite disita 80.000 liter
Tabung LPG disita 30.000 tabung
Perkiraan kerugian negara diselamatkan Rp756 miliar lebih

Dampak dan prospek

Menurut Kapolri, rangkaian program ini bertujuan menjaga stabilitas fundamental perekonomian di tengah dinamika global yang kompleks. Kerja sama lintas kementerian dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk mempertahankan kemandirian pangan dan energi.

"Kami percaya, dengan semangat kolaborasi seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional berkelanjutan,"

Ke depan, Polri berencana memperluas program yang terbukti efektif dan meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik yang merugikan publik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait