Kementerian PKP dan Astra Bangun 2.000 Rusun di Jakarta-Bandung
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)CSR PT Astra International menyiapkan pembangunan 2.000 unit rumah susun di Jakarta dan Bandung. Pengumuman disampaikan pada 17 Juni 2026, dengan rencana 1.000 unit di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan 1.000 unit di Kiaracondong, Bandung, di atas aset negara untuk memperluas hunian perkotaan menggunakan pembiayaan CSR.
Rencana lokasi dan tinjauan lahan
Kementerian PKP akan meninjau lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Bandung yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan 1.000 unit rusun. Sementara itu, satu proyek lain direncanakan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Saya akan ke Bandung untuk melihat tanah milik PT KAI,”
“Lokasi lahan Tanah Abang itu sudah dipastikan sebagai aset milik negara,”
Maruarar Sirait, Menteri PKP, menyatakan kedua lokasi itu sedang dimatangkan dari sisi kepemilikan lahan dan persiapan desain agar pembangunan dapat segera dimulai.
Skema pembiayaan: memanfaatkan CSR
Proyek ini menggunakan skema pembiayaan kreatif. Pemerintah menyediakan aset negara sebagai lahan, sedangkan pendanaan pembangunan berasal dari CSR PT Astra International. Skema ini dimaksudkan agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.
Menurut kementerian, kolaborasi ini memungkinkan percepatan penyediaan hunian vertikal tanpa membebani APBN secara langsung. Persiapan desain dan aspek teknis lainnya akan segera dilakukan setelah verifikasi lahan selesai.
Target waktu dan dampak
Ara, sapaan akrab Menteri PKP, berharap kedua proyek — masing-masing 1.000 unit di Tanah Abang dan Kiaracondong — dapat memasuki tahap persiapan dan pelaksanaan pada tahun yang sama. Jika terealisasi, tambahan 2.000 unit di dua pusat kota ini diharapkan meringankan kebutuhan hunian di kawasan padat.
Proyek juga menjadi contoh pemanfaatan aset negara melalui kemitraan publik-swasta dengan pembiayaan non-anggaran pemerintah. Langkah selanjutnya meliputi verifikasi lahan, penyiapan desain, dan penetapan jadwal konstruksi agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.
Dengan kepastian status lahan dan dukungan pendanaan CSR, kementerian menargetkan percepatan proses sehingga hunian massal bagi masyarakat perkotaan dapat segera tersedia.
Berita Terkait
DPR: Pengabdian Eks KSAL Achmad Sutjipto Layak Jadi Teladan
Mantan KSAL Laksamana (Purn) Achmad Sutjipto wafat 18 Juni 2026; DPR memuji pengabdiannya dan menilai layak...
Mensos Targetkan Sekolah Rakyat Tampung 400 Ribu Siswa pada 2029
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan Sekolah Rakyat menampung lebih dari 400.000 siswa pada 2029, dari 45.000...
Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Jadi Tiga, Ribuan Terdampak
Tiga orang tewas dan 6.412 jiwa terdampak gempa magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026; ribuan r...
Kementerian PU: Jembatan Palu 1 dan 4 Aman Setelah Gempa
Kementerian PU memastikan Jembatan Palu 1 dan 4 aman dipakai setelah gempa 16 Juni 2026; tidak ditemukan ker...
Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah: Fakta, Dampak, dan Mitigasi
Gempa M6,7 mengguncang Sulawesi Tengah 16 Juni 2026; tak berpotensi tsunami namun menimbulkan kerusakan, pul...
Regenerasi Kepemimpinan TNI Diperkuat Lewat Sertijab Strategis
TNI melaksanakan sertijab strategis di Mabes TNI, Cilangkap pada 17 Juni 2026 sebagai bagian dari regenerasi...