Komisi XI: Diplomasi Negosiasi Suku Bunga dan Tenor Utang
Anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad, meminta langkah diplomasi ekonomi untuk menegosiasikan ulang suku bunga dan tenor pinjaman internasional. Pernyataan itu disampaikan pada dialog "Menakar Ketangguhan Fiskal dan Ekonomi" di Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juni 2026, menyusul meningkatnya beban utang pemerintah sekitar Rp8.000 triliun yang memberi tekanan pada APBN.
Beban utang dan urgensi diplomasi
Kamrussamad menekankan bahwa total utang yang besar menimbulkan kewajiban pembayaran pokok dan bunga signifikan setiap tahun. Di tengah ketidakpastian global, negosiasi dengan kreditur dinilai perlu untuk mencari keringanan suku bunga dan perpanjangan tenor.
"Diplomasi diperlukan untuk menegosiasikan kembali suku bunga serta tenor pinjaman, mengingat kondisi ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian. Dengan tingkat bunga rata-rata sekitar 6 persen, beban pembayaran bunga utang menjadi sangat besar dan memberi tekanan terhadap APBN."
Perubahan komposisi pembiayaan utang
Di sisi positif, Kamrussamad mencatat pergeseran komposisi pembiayaan utang yang kini didominasi investor domestik. Hal ini menunjukkan meningkatnya peran masyarakat melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN).
"Ini menunjukkan meningkatnya peran masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional, termasuk melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN). Ini patut disyukuri..."
Disiplin fiskal dan proyeksi defisit
Politikus tersebut mengingatkan pentingnya menjaga disiplin fiskal sesuai batas yang diatur undang-undang, yakni defisit maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada kuartal pertama, defisit tercatat sekitar 0,91 persen lalu membaik menjadi 0,8 persen.
"Pada kuartal pertama tahun ini, defisit APBN tercatat sekitar 0,91 persen dan kemudian membaik menjadi sekitar 0,8 persen. Ke depan, diharapkan terjadi perbaikan berkelanjutan..."
Ia menambahkan bahwa pemulihan lebih lanjut bergantung pada peran sektor keuangan dan penyaluran kredit kepada dunia usaha. Ketika kredit mengalir, aktivitas ekonomi diperkirakan meningkat.
Tantangan nilai tukar dan kebijakan industri
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menilai pelemahan rupiah selama dekade terakhir mencerminkan masalah struktural yang masih perlu dituntaskan. Ia menyebut depresiasi rupiah sekitar 26–31 persen sejak periode awal yang berada di kisaran Rp12.000 per dolar AS.
"Pada periode awal, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp12.000 per dolar AS. Dalam kurun kurang dari 10 tahun, terjadi depresiasi sekitar 26 hingga 31 persen."
Fakhrul menilai penyesuaian tersebut bagian dari dinamika global, namun menyoroti upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi, termasuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mendorong industri manufaktur.
Langkah ke depan
Pemerintah diminta mengombinasikan diplomasi internasional, penguatan disiplin fiskal, dan percepatan transformasi sektor riil untuk mereduksi tekanan utang sekaligus menjaga pertumbuhan. Langkah ini dianggap krusial agar pemulihan ekonomi berkelanjutan dan APBN tetap terjaga.
Berita Terkait
DPR: Pengabdian Eks KSAL Achmad Sutjipto Layak Jadi Teladan
Mantan KSAL Laksamana (Purn) Achmad Sutjipto wafat 18 Juni 2026; DPR memuji pengabdiannya dan menilai layak...
Mensos Targetkan Sekolah Rakyat Tampung 400 Ribu Siswa pada 2029
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan Sekolah Rakyat menampung lebih dari 400.000 siswa pada 2029, dari 45.000...
Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Jadi Tiga, Ribuan Terdampak
Tiga orang tewas dan 6.412 jiwa terdampak gempa magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026; ribuan r...
Kementerian PU: Jembatan Palu 1 dan 4 Aman Setelah Gempa
Kementerian PU memastikan Jembatan Palu 1 dan 4 aman dipakai setelah gempa 16 Juni 2026; tidak ditemukan ker...
Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah: Fakta, Dampak, dan Mitigasi
Gempa M6,7 mengguncang Sulawesi Tengah 16 Juni 2026; tak berpotensi tsunami namun menimbulkan kerusakan, pul...
Regenerasi Kepemimpinan TNI Diperkuat Lewat Sertijab Strategis
TNI melaksanakan sertijab strategis di Mabes TNI, Cilangkap pada 17 Juni 2026 sebagai bagian dari regenerasi...