Pindo Deli Karawang Perkuat Ekonomi Sirkular lewat Kemitraan Sampah
PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Karawang memperkuat ekonomi sirkular melalui kemitraan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program dilaksanakan di TPS3R Baraya Runtah, Perumnas Telukjambe, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang. Kegiatan ini didukung Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang. Tujuan utamanya membangun rantai pengelolaan sampah terintegrasi dari masyarakat hingga industri.
Peluncuran dan peran off-taker
Peluncuran program ditandai dengan pengiriman perdana dua kendaraan pikap berisi material hasil pemilahan TPS3R menuju industri. Pindo Deli Karawang berperan sebagai off-taker yang menyerap karton dan kertas putih sesuai spesifikasi teknis perusahaan. Kehadiran off-taker memberi kepastian pasar bagi hasil pemilahan masyarakat.
“Yang sedang kita hadapi bersama di Indonesia saat ini adalah darurat sampah. Inisiatif kerja sama antara masyarakat, TPS3R, dan swasta dapat menjadi salah satu model pengelolaan sampah,” kata Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH/BPLH.
Agus menekankan bahwa kepastian penyerapan material mendorong kualitas pemilahan di tingkat komunitas. Dengan pasar yang jelas, bank sampah dan TPS3R bisa meningkatkan standar kebersihan dan seleksi material.
Jenis material dan kapasitas TPS3R
Ketua KSM Sahabat Lingkungan, Hendro, menyatakan TPS3R Baraya Runtah telah memilah hampir 35 jenis sampah rumah tangga dan sejenisnya. Material yang dipilah meliputi kertas, karton, plastik, dan bahan lain yang dapat didaur ulang. Saat ini Pindo Deli menyerap khusus karton dan kertas putih.
- Kertas
- Karton
- PET (botol plastik)
- PP (polipropilena)
- HD lembaran
“Dengan adanya off-taker, kertas dan kardus yang dipilah bisa lebih baik, lebih bersih, dan tidak basah. Hal ini karena sudah ada pihak yang akan memanfaatkannya,” kata Hendro.
Dukungan teknis dan sosial dari perusahaan
Selain menyerap material, Pindo Deli Karawang memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Bentuk dukungan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pengelola sampah dan masyarakat. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan keberlanjutan pengelolaan di tingkat lokal.
“Kami terbuka untuk terus mengembangkan sinergi dengan pengelola sampah bersama masyarakat. Harapannya, kerja sama ini semakin berkembang dan semakin besar, terutama untuk membantu menjawab persoalan sampah di Karawang,” ujar Adil Teguh, Deputy Director PT Pindo Deli Karawang.
Dampak dan prospek pengembangan
Program Kemitraan Strategis Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah akan terus dikembangkan bersama pemangku kepentingan. Pengembangan dilakukan bertahap dari tingkat desa dan kecamatan hingga skala kabupaten. Sinergi multipihak diharapkan meningkatkan nilai ekonomi sampah sekaligus membangun rantai pengelolaan yang terintegrasi.
Dengan adanya kepastian pasar dan dukungan teknis, inisiatif ini berpotensi menjadi model replikasi untuk daerah lain. Keberlanjutan program akan bergantung pada peran aktif masyarakat, pemerintah daerah, dan industri sebagai off-taker.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPU Perkuat Perlindungan Penyelenggara Perempuan dari Kekerasan Seksual
KPU perkuat perlindungan penyelenggara perempuan dengan satgas, pedoman 2024, dan penguatan kapasitas gender...
Kemenhub Perkuat Pengelolaan Keuangan 2026 untuk Tingkatkan Layanan
Kemenhub perkuat pengelolaan keuangan 2026 untuk akuntabilitas dan layanan transportasi, diumumkan Menteri D...
SAR Gabungan Evakuasi Korban Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa magnitudo 7,7 di NTT; dua pasien kritis diterbangkan ke Labuan Bajo p...
Kombes Jerrold Pimpin Penurunan Bendera di Istana Merdeka
Kombes Pol Jerrold memimpin penurunan bendera di Istana Merdeka setelah melewati seleksi ketat sejak Mei dan...
Menteri PPPA: Kuota 30% Caleg Perempuan Belum Terpenuhi
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan kuota 30% caleg perempuan belum dipenuhi partai, sementara MK mewajibka...
Fadli Zon: Kemajemukan Budaya Kekuatan Persatuan Indonesia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan kemajemukan budaya jadi kekuatan persatuan saat Jamuan Madani Malind...