Suhartini Ubah Pinang Jadi Penggerak Ekonomi Desa Sukakarya
Suhartini mengubah buah pinang menjadi penggerak ekonomi di Desa Sukakarya, STL Ulu Terawas, Musi Rawas. Berawal dari pelatihan 2018, ia membentuk KWT Melati dan sejak 2021 mengembangkan pengolahan pinang berkat program Gemilang dari PT Pertamina Pendopo Field.
Situasi awal desa
Sukakarya berjarak 21 km dari pusat Musi Rawas. Desa ini memiliki 1.842 penduduk usia produktif; 847 orang (45,89 persen) tidak bekerja. Sebanyak 584 warga — bagian dari kelompok rentan — adalah perempuan dengan tingkat pendidikan rendah dan praktik pernikahan dini.
Awal gerakan dan pembentukan KWT Melati
Usai mengikuti pelatihan pertanian dan kewirausahaan di Lahat pada 2018, Suhartini pulang membawa keterampilan budidaya dan pengolahan. Ia mengumpulkan 15 perempuan dan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati.
Modal awal berasal dari patungan Rp10.000 per orang. Mereka menanam sekitar 3.000 bibit jahe dalam polybag untuk mengatasi risiko banjir. Olahan jahe seperti bandrek menjadi produk awal yang membuka pasar.
Pemanfaatan pinang dan diversifikasi produk
Suhartini menyadari potensi lokal: banyak warga punya kebun pinang, namun hasilnya dijual murah ke tengkulak. "Harganya berkisar Rp4.000 per kg. Padahal harga pinang di pasar global rata-rata Rp19.000 per kg," kata Suhartini.
"Langkah pertama yang kami lakukan berupa budidaya jahe di dalam polybag..."
Pada 2021, program Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang (Gemilang) dari PEP Pendopo Field memberi pelatihan teknis dan pendampingan diversifikasi. Saat ini KWT Melati mengolah berbagai produk dari pinang dan daun pinang.
- Kopi pinang
- Bandrek pinang
- Permen pinang
- Daun pinang untuk pewarna eco-print
Produksi, pemasaran, dan dampak ekonomi
Dari lahan 15 hektare, KWT Melati memproduksi sekitar 900 kg pinang kering dan 200–300 kg pinang muda per bulan. Penjualan meningkat terutama saat pandemi ketika minuman herbal banyak dicari.
Sekarang kelompok ini meraih keuntungan bersih sekitar Rp8 juta per bulan. Setiap anggota yang terlibat produksi dibayar Rp12.500 per kg. Anggota KWT bertambah dari 12 menjadi 30 orang. Mereka juga dapat meminjam kas kelompok untuk biaya sekolah atau hajatan.
Pengakuan dan prospek
KWT Melati rutin mendapat undangan pameran tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Suhartini juga menerima penghargaan Local Heroes Inspiration Award 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Perempuan bukan kelas kedua, kami perempuan dan kami bisa memberi dampak baik bagi sekitar," ujar Suhartini.
"PEP Pendopo Field dan PHR berkomitmen untuk terus menciptakan ruang-ruang kesetaraan... agar lahir Suhartini-Suhartini lainnya," kata Iwan Ridwan Faizal, Manager CID PHR.
Dengan dukungan pelatihan dan pasar, KWT Melati berpotensi memperbesar produksi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja perempuan. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana pengolahan komoditas lokal bisa mengubah wajah ekonomi desa.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Modal Rp200 Ribu, Roti Bakar Rindu.idn Tumbuh di Bone
Pasangan di Bone mulai Roti Bakar Rindu.idn dengan modal Rp200 ribu; kini menjual sekitar 60 kotak per hari...
Event Olahraga Dongkrak UMKM Malinau Jelang Porprov 2026
Wabup Jakaria: event olahraga seperti BMC 2026 dan Porprov II Kaltara mendorong UMKM dan pariwisata, dengan...
Mie Pangsit ACC Sedulur Tawarkan Mie & Pangsit Rp11-17 Ribu
Mie Pangsit ACC Sedulur di Banyuwangi tawarkan menu mie dan pangsit seharga Rp11.000–Rp17.000 per porsi; buk...
ASC Traktir Ribuan Porsi Libatkan UMKM di Kebon Bawang
ASC membagikan lebih dari 2.500 porsi makanan pada 9 Agustus 2026, melibatkan puluhan UMKM untuk warga Kebon...
Program Kampung Bahari Naikkan Penghasilan Warga Batam Rp68,45 Juta
Program Kampung Bahari Si Pelaut meningkatkan pendapatan warga Kampung Tua Terih hingga Rp68,45 juta dan men...
Commuter Line Surabaya Layani 10 Juta Pelanggan hingga Juli 2026
Commuter Line Area VIII Surabaya melayani 10.009.552 penumpang Januari–Juli 2026, naik 8,15% dibanding tahun...