Petani Sawit Minta Perlindungan ke Ketua Komisi III Usai Dilaporkan
Seorang petani sawit, Esra Barus (31), meminta perlindungan dan keadilan kepada Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, setelah dilaporkan atas dugaan penganiayaan terkait penangkapan tersangka pencurian sawit. Peristiwa ini bermula pada 18-19 April 2026 di Kecamatan Batangkuis dan kini masuk proses penyelidikan kepolisian.
Kronologi kejadian
Esra bersama keluarga dan sejumlah warga melakukan patroli malam di kebun sawit mereka pada Sabtu malam, 18 April 2026. Di lokasi, mereka menemukan dua orang diduga pelaku sedang memanen buah sawit.
Saat hendak ditangkap, kedua terduga melarikan diri ke area persawahan. Salah satu pelaku berinisial SS berhasil ditangkap, tetapi sempat melawan sehingga mengalami luka di pelipis. Teman pelaku berhasil lolos.
Karena kondisi keamanan, SS sempat dibawa ke rumahnya untuk diinterogasi. Namun keluarga SS datang dan membawa SS kembali.
Laporan dan laporan balik
Keesokan harinya, Minggu 19 April 2026, Esra melapor ke Polsek Batang Kuis dan menyerahkan barang bukti berupa sekitar 50 janjang buah sawit. Namun SS kemudian mengajukan laporan penganiayaan bersama ke Mapolresta Deliserdang.
Akibat laporan balik itu, Esra mendapat panggilan pemeriksaan dari penyidik Polresta Deliserdang. Ia mengaku dirugikan karena pelaku pencurian belum ditangkap sementara dirinya menjadi terlapor.
"Merasa dirugikan lah. Kami kehilangan sawit sekitar 50 janjang dan kami sudah membuat laporan ke Polsek Batang Kuis pada 19 April 2026 dan sampai sekarang pihak Polsek Batang Kuis belum menangkap pelaku," kata Esra kepada wartawan.
"Disini pelaku pencurian itu lepas, tidak ditangkap. Sedangkan saya sekarang telah terlapor tentang pengeroyokan di Polresta Deliserdang," tambahnya.
Permintaan perlindungan
Esra menyatakan tidak melakukan penganiayaan, melainkan berupaya mengamankan terduga pelaku. Karena merasa diintimidasi dan mendapatkan ancaman, ia meminta perhatian serta perlindungan dari Ketua Komisi III DPR RI agar kasusnya mendapat perhatian pemerintah dan penegakan hukum yang adil.
Istri Esra, Ranauli Sitanggang (29), mengatakan situasi membuat mereka merasa tidak aman. Ia menegaskan bahwa pelapor awalnya adalah pihak mereka, namun kini posisi berubah.
Respons kepolisian
Kapolsek Batang Kuis, AKP Salija, menyatakan bahwa penyidik masih melakukan rangkaian penyelidikan. Ia menyebut rencana mediasi akan dilaksanakan pada hari Rabu sebagai bagian tahap penyelidikan.
"Penyidik kita masih melakukan tahapan dan rangkaian penyelidikan dalam kasus ini. Tindaklanjutnya hari Rabu besok, direncanakan mediasi dalam tahap penyelidikan. Bila mediasi berhasil kita selesaikan melalui Restorative Justice, namun bila gagal maka akan kita gelarkan untuk naik sidik dan tahapan berikutnya," ujar AKP Salija.
Dampak dan prospek
Kasus ini memperlihatkan ketegangan antara warga yang mengamankan hasil buminya dan proses hukum yang berjalan setelah laporan balik. Hasil mediasi atau proses penyidikan lanjutan di Polsek maupun Polresta akan menentukan langkah selanjutnya, apakah kasus diselesaikan secara RJ atau dilanjutkan ke proses peradilan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...