Kelangkaan Semen di Sumut Diduga Karena Permaian Distributor
Medan — Kelangkaan semen yang berlangsung dua bulan terakhir di Sumatera Utara (Sumut) diduga kuat akibat permainan distributor, kata Ketua DPD Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) Sumut, Rikson Sibuea, Jumat (24/7). Peristiwa ini mengganggu proyek pembangunan karena stok sulit didapat dan harga meroket.
Kelangkaan dan dampak langsung
Menurut Rikson, gangguan pasokan hanya terjadi pada semen, sementara material bangunan lain relatif normal. Kondisi ini membuat kontraktor kesulitan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan menanggung risiko hukum serta keuangan.
“Sudahlah mendapatkan pekerjaan sulit, sedikit, tetapi kesulitan lagi karena semen langka,”
Rikson menegaskan bahwa jika proyek molor akibat kelangkaan semen, kontraktor berpotensi menghadapi pengembalian anggaran (TGR) dan masalah hukum lainnya.
Penyebab diduga manipulasi distributor
Rikson menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Aparat Penegak Hukum (APH). Menurutnya, pengawasan yang longgar membuka ruang bagi praktik distribusi yang merugikan publik dan pelaku usaha.
Ia mengingatkan pemerintah wajib melakukan pembinaan dan kemitraan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi untuk melindungi pelaku konstruksi.
Keluhan pelaku di lapangan
Keluhan serupa datang dari pemborong di Medan, Syawal Harahap. Ia mengatakan sudah dua bulan kesulitan memperoleh semen. Bila tersedia, harganya melonjak tajam.
"Harga bisa tembus Rp85.000 per sak untuk merek seperti Semen Padang dan Tiga Roda, padahal normalnya Rp50.000–Rp60.000 per sak,"
Kenaikan harga dan kelangkaan membuat biaya produksi kontraktor membengkak dan jadwal konstruksi terganggu.
Penyebaran masalah ke berbagai daerah
Kelangkaan dilaporkan merata di beberapa wilayah. Di Kota Tanjungbalai, pasokan distributor turun hingga 50% dalam dua pekan terakhir, dengan Semen Merah Putih dan Tiga Roda paling sulit diperoleh. Harga Tiga Roda sempat menyentuh Rp80.000 per sak di beberapa toko.
Di Medan Utara, stok Semen Andalas, Tiga Roda, dan Semen Padang menipis. Sementara di Kabupaten Langkat, harga Semen Merah Putih dan Tiga Roda turut naik seiring berkurangnya stok distributor.
Salah satu toko bangunan yang biasa menerima 1.600 sak semen per minggu kini hanya mendapatkan sekitar 800 sak, memperkuat indikasi gangguan dalam rantai distribusi.
Desakan perbaikan tata niaga
Rikson mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera membenahi tata niaga semen agar pasokan kembali normal dan program pembangunan tidak terganggu. Perbaikan pengawasan dan penindakan terhadap praktik distribusi dinilai kunci meredam masalah ini.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPW Partai Aceh Kecam Penembakan di Pidie
Ketua DPW Partai Aceh mengecam penembakan di Pulo Keunari, Pidie (4/11); minta penyelidikan terbuka dan perl...
Satuone Coffee Binjai Kantongi Izin, Bantah Isu Pesta Miras dan LGBT
Satuone Coffee Binjai mengantongi izin keramaian untuk Fashion Show Halloween 30 Okt 2026 dan membantah tudu...
Kadis Kesehatan Labuhanbatu Kunjungi Balita Penderita Hipospadia
Kadis Kesehatan Labuhanbatu mengunjungi balita MAR (3 thn 4 bln) di Desa Cinta Makmur untuk memantau dan mem...
Inalum Kumpulkan 119 Inovasi di TIS 2026 untuk Efisiensi Produksi
Inalum mengumpulkan 119 inovasi dari 273 inovator di TIS 2026 untuk meningkatkan efisiensi peleburan, digita...
Pengukuhan PPIR Korda Batubara, Wabup Syafrizal Tegaskan Sinergi
Wabup Batubara Syafrizal mengukuhkan PPIR Korda Batubara Jumat (6/11) dan mendorong sinergi untuk dukung pem...
AYAM FC Batubara Juara LFN Sumut, Melaju ke Putaran Nasional
AYAM FC Batubara juara LFN Sumut 2026 dan akan mewakili Sumut pada putaran nasional Liga Futsal Nusantara Fe...