Nasional

Harga Pertamax Turbo Turun Rp1.450/L Mulai 1 Juli 2026

Bagikan:
SPBU dan jarum pengukur bahan bakar saat pengumuman penurunan harga BBM

Pertamina Patra Niaga menurunkan harga Pertamax Turbo sebesar Rp1.450 per liter menjadi Rp19.300 efektif sejak 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB di seluruh wilayah penjualan. Penyesuaian ini juga mencakup penurunan harga Pertamina Dex, Dexlite, dan avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta.

Rincian penurunan harga

Penyesuaian harga merupakan hasil evaluasi berkala perusahaan yang mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia dan kondisi ekonomi masyarakat. Berikut daftar harga BBM nonsubsidi per 1 Juli 2026 untuk daerah dengan PBBKB 5%:

  • Pertamax Turbo: turun dari Rp20.750/L menjadi Rp19.300/L (penurunan Rp1.450/L atau 7%).
  • Pertamina Dex: turun dari Rp24.800/L menjadi Rp21.150/L (penurunan Rp3.650/L atau 15%).
  • Dexlite: turun dari Rp23.000/L menjadi Rp19.700/L (penurunan Rp3.300/L atau 14%).
  • Avtur penerbangan domestik (Soekarno-Hatta, sebelum pajak): turun dari Rp22.190/L (Juni) menjadi Rp19.190/L (Juli)—penurunan Rp3.000/L atau 14%.

Alasan dan mekanisme penyesuaian

Pertamina Patra Niaga menyatakan penurunan harga dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan setelah koordinasi dengan pemerintah. Kebijakan ini merupakan bagian dari peninjauan berkala terhadap harga BBM nonsubsidi.

"Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,"

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangannya pada Rabu, 1 Juli 2026.

Kualitas produk dan dampak bagi konsumen

Selain perubahan harga, perusahaan menegaskan komitmen menjaga kualitas bahan bakar. Menurut Kitty, kualitas menjadi bagian penting pelayanan agar konsumen mendapatkan performa kendaraan dan efisiensi penggunaan bahan bakar yang optimal.

"Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," ujar Kitty.

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini mencerminkan respons terhadap pergerakan pasar minyak dunia dan upaya menyesuaikan beban bagi konsumen. Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus memantau kondisi pasar dan melakukan penyesuaian bila diperlukan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait