Nasional

Perpusnas: Perpustakaan Kini Jadi Ruang Belajar dan Aktivitas

Bagikan:
Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita dengan pihak Perpusnas dan ANRI di Jakarta

Ketua Perpustakaan Nasional, Prof. Endang Aminudin Aziz, menyatakan perpustakaan telah bertransformasi menjadi ruang belajar dan pusat kegiatan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Perpustakaan Ranggawarsita di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Perpustakaan tidak sekadar menyimpan buku

Endang menegaskan fungsi perpustakaan berkembang mengikuti kebutuhan publik. Menurutnya, institusi ini tidak lagi hanya menyimpan koleksi atau menyediakan akses bahan pustaka.

Perpustakaan sekarang tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku atau mengakses bahan pustaka. Perpustakaan juga menjadi ruang kegiatan kreatif dan produktif bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Endang pada acara peresmian yang menandai upaya memperluas layanan berbasis inklusi sosial dan aktivitas komunitas.

Perpustakaan Ranggawarsita dan perpustakaan khusus

Perpustakaan Ranggawarsita dikategorikan sebagai perpustakaan khusus karena berada di bawah Kementerian Kebudayaan. Koleksinya disusun sesuai tugas dan fungsi lembaga induk, berbeda dengan perpustakaan umum yang melayani publik luas.

Tantangan pengelolaan perpustakaan khusus

Endang memaparkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 9.147 perpustakaan khusus yang tersebar di kementerian, lembaga, hingga pesantren. Namun kualitas layanan belum merata karena perhatian tiap instansi berbeda.

Beberapa perpustakaan berfungsi aktif melayani pegawai dan masyarakat. Sebaliknya, ada instansi yang hanya mencatat fasilitas tersebut tanpa operasional yang nyata.

Peran arsip dalam pelestarian pengetahuan

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Mego Pinandito, menekankan pentingnya sinergi antara perpustakaan dan arsip. Menurutnya, arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, melainkan sumber pengetahuan yang harus dipelajari kembali.

Arsip tidak hanya disimpan, tetapi harus dipelajari kembali sebagai sumber ilmu pengetahuan. Arsip dapat dimanfaatkan akademisi, sejarawan, budayawan, hingga masyarakat untuk memahami perjalanan bangsa.

Mego menyatakan ANRI siap membantu pengembangan Perpustakaan Ranggawarsita melalui penelusuran arsip yang relevan untuk memperkaya koleksi dan program literasi.

Dukungan dan prospek kolaborasi

Kolaborasi antara perpustakaan dan arsip diharapkan memperkuat literasi dan pelestarian kebudayaan. Transformasi layanan menuju ruang kreatif juga membuka peluang program pelatihan, pameran, dan kegiatan komunitas.

Dengan pergeseran fungsi ini, perpustakaan diposisikan tidak hanya sebagai gudang ilmu tetapi sebagai pusat aktivitas sosial dan budaya yang memperluas akses pengetahuan bagi berbagai lapisan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait