Wakil Kepala BGN Perkuat Tata Kelola Program MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menyatakan akan memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah meninjau sistem pendukung program pada 5 Juni 2026. Ia menyoroti lemahnya integrasi data serta absennya proses validasi yang memadai sebagai masalah utama. Langkah perbaikan meliputi penguatan pengendalian internal dan pembangunan sistem yang tidak tergantung pada individu.
Temuan awal: sistem informasi belum terintegrasi
Agustina, yang memiliki pengalaman 34 tahun sebagai auditor di BPKP, mengatakan telah melakukan tinjauan awal terhadap platform yang mendukung pelaksanaan MBG. Ia menemukan banyak platform berjalan terpisah sehingga mempersulit pengambilan keputusan dan pengawasan. Proses verifikasi data juga belum berjalan baik, sehingga data program rentan tidak akurat.
"Sepintas melihat belum terintegrasi, kemudian proses validasinya sebenarnya belum ada, jadi itu yang akan menjadi concern saya."
Fokus perbaikan: tata kelola dan pengendalian internal
Menurut Agustina, perbaikan tata kelola harus dimulai dari penguatan sistem dan mekanisme kontrol. Ia menekankan bahwa penataan tidak boleh hanya mengandalkan sumber daya manusia. Sistem yang kuat diperlukan agar program tetap berjalan efektif tanpa bergantung pada individu tertentu.
"Tadi sudah dikenalkan Ibu Kepala bahwa background saya adalah dari BPKP, saya auditor 34 tahun. Jadi keahlian kami memang di bidang tata kelola dan pengendalian internal,"
"Karena kalau kita bicara tata kelola tapi kita tidak membuat sebuah sistem. Maka akan tergantung pada orang."
Kebijakan anggaran: moratorium penambahan dapur SPPG
Sejalan dengan upaya penataan, BGN memutuskan menunda penambahan dapur baru untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini ditempuh sebagai bagian dari efisiensi anggaran dan penataan pelaksanaan MBG agar manfaat lebih merata. Penundaan bersifat sementara sambil proses evaluasi dan refocusing penerima manfaat dijalankan.
"Jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang. Dalam rangka efisiensi anggaran, maka hal yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat (dan) moratorium dapur titik-titik baru,"
Implikasi dan langkah ke depan
Perbaikan tata kelola dan integrasi sistem diharapkan meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas program MBG. BGN perlu menyusun roadmap integrasi data, mekanisme validasi, serta standar operasional yang jelas. Dengan langkah ini, program diharapkan lebih transparan, dapat diawasi, dan memberikan manfaat sesuai tujuan kebijakan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Diduga Korsleting, 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi Terbakar
Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, 25 Juli 2026, meludeskan 70 rumah sehingga 420 warga kehilan...
Pemerintah Siapkan 2.000 Kampung Nelayan untuk Kesejahteraan
Pemerintah akan membangun 2.000 kampung nelayan mulai 2026, lengkap balai lelang, pabrik es, cold storage, d...
Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis dalam Dua Tahap
Pemerintah percepat program Makan Bergizi Gratis dalam dua tahap: satu bulan fokus 3T dan pondok pesantren,...
Kemkomdigi Raih Predikat Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Kemkomdigi mendapat predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dari ORI untuk 2024–2025 dengan skor 8...
Wamenko: Ketahanan Pangan Kian Menguat, Stok Beras 5 Juta Ton
Pemerintah perkuat ketahanan pangan dengan cadangan beras 5 juta ton; stok dinilai cukup hadapi El Nino dan...
Pertagas Gelar Office Adventure Day Rayakan Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Office Adventure Day pada 25 Juli 2026, menghadirkan ruang bermain edukatif bagi 35 anak...