Nasional

Menteri Ekraf Perkuat Ekosistem Peranti Lunak Nasional di IN APPS 2026

Bagikan:
Menteri Ekraf membuka IN APPS 2026 di ICE BSD Tangerang

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya resmi membuka Indonesia Application Summit (IN APPS) 2026 pada Senin, 14 September 2026, di ICE BSD, Tangerang. Acara ini digelar untuk memperkuat ekosistem peranti lunak nasional dan menegaskan subsektor aplikasi sebagai pilar baru pertumbuhan ekonomi digital serta ekonomi kreatif.

IN APPS 2026 dan tujuan penyelenggaraan

IN APPS 2026 hadir sebagai forum internasional yang memfokuskan pada pengembangan aplikasi lokal, investasi, dan penguatan talenta digital. Pembukaan oleh Menteri Ekraf menekankan integrasi industri aplikasi ke dalam rencana pembangunan nasional jangka panjang.

Aplikasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Karena itu, ketika kita berbicara mengenai industri aplikasi, sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai masa depan ekonomi digital Indonesia,

RINDEKRA: subsektor aplikasi sebagai prioritas

Riefky menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (RINDEKRA). Aturan ini menempatkan subsektor aplikasi sebagai salah satu prioritas dari 21 subsektor ekonomi kreatif.

Ia menambahkan bahwa dari tujuh subsektor prioritas, sektor aplikasi menonjol karena sifatnya yang inklusif dan berkelanjutan. Riefky menyebutkan proporsi tenaga kerja yang didominasi generasi muda.

Di dalam RINDEKRA ini tujuh diantaranya menjadi prioritas, termasuk subsektor aplikasi. Sektor ini sangat inklusif dan berkelanjutan karena 63 persen tenaga kerjanya berasal dari generasi muda (Gen Z dan milenial, Red),

Dorongan untuk peran aktif generasi muda

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengajak anak muda untuk bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta teknologi. Ia menyoroti tantangan adopsi artificial intelligence/AI dan kebutuhan akan kapasitas lokal.

Kita ingin anak-anak muda Indonesia naik kelas,

Dari sekadar pengguna (users) menjadi pencipta (creators/founders). Kita butuh lebih banyak engineer, developer, dan creative entrepreneur lokal,

Investasi lokal dan keamanan siber

Gubernur Banten Andra Soni menyambut penyelenggaraan IN APPS 2026 di wilayahnya dan menyoroti kontribusi kawasan teknologi terhadap perekonomian. Ia menyebut realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja di kawasan BSD City hingga pertengahan 2026.

Data yang dipaparkan: kawasan BSD City telah merealisasikan investasi sebesar Rp 1,4 triliun dan menyerap lebih dari 1.700 tenaga kerja hingga pertengahan 2026.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, menekankan bahwa akselerasi adopsi aplikasi harus berlandaskan standar keamanan siber yang kuat.

Keamanan bukanlah opsi, melainkan fondasi utama dan pembangun kepercayaan (trust builder). Tanpa fondasi keamanan yang kuat, transformasi digital dapat runtuh,

IN APPS 2026 diharapkan menjadi katalis untuk mempercepat inovasi aplikasi lokal, membangun talenta digital, dan memastikan transformasi digital berlangsung aman serta berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait