Bahlil Tegaskan: Jangan KKN di Proyek Blok Masela
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memperingatkan pemerintah daerah agar pengelolaan Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela (Blok Masela) dilakukan secara profesional dan bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme. Peringatan itu disampaikan saat peresmian peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek pada Kamis, 16 Juli 2026 di Maluku.
Pesan tegas kepada pemerintah daerah
Bahlil menegaskan proyek Blok Masela tidak dibiayai APBD sehingga tidak boleh diperlakukan seperti proyek daerah biasa. Ia meminta gubernur dan bupati meninggalkan praktik birokrasi lama yang tidak profesional dan menghindari intervensi politik dalam proses pengelolaan.
Saya minta kepada gubernur dan bupati, ingat ini bukan proyek APBD. Harus profesional, jangan main KKN, jangan karena tim sukses lalu didorong masuk, tidak boleh, dan harus profesional.
Ia menegaskan keberaniannya memberi peringatan tersebut sebagai putra asli Maluku, dan meminta perubahan sikap birokrasi di daerah terkait.
Tinggalkan kelakuan lama, saya berani bicara begini karena saya lahir di Maluku ini. Mungkin kalau menterinya lahir di Jawa tidak berani bicara seperti ini karena saya pulang kampung, jadi saya sikat saja, tidak apa-apa.
Permintaan penguatan keamanan dan komunikasi publik
Bahlil meminta aparat TNI dan Polri menjaga kondisi tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya komunikasi intensif antara aparat keamanan dan masyarakat setempat agar pembangunan berjalan lancar dan tujuan pembangunan untuk menyejahterakan rakyat tercapai.
Saya memohon kepada Pak Kapolda, Pak Pangdam, dan seluruh aparat keamanan untuk menjaga keamanan, tolong komunikasikan baik-baik dengan rakyat. Rakyat adalah bagian terpenting dari aset negara karena tujuan pembangunan adalah untuk menyejahterakan mereka.
Proyeksi fiskal dan penyerapan tenaga kerja
Selain aspek tata kelola, Bahlil memaparkan dampak ekonomi proyek Blok Masela terhadap penerimaan negara dan lapangan kerja. Ia memproyeksikan kontribusi fiskal yang signifikan selama masa konstruksi dan operasi.
| Keterangan | Proyeksi |
|---|---|
| Total penerimaan negara | US$37,8 miliar (Rp675,1 triliun) |
| Kontribusi pajak tidak langsung | US$6,43 miliar (Rp114,8 triliun) |
| Penyerapan tenaga kerja saat konstruksi | 12.000 tenaga kerja |
| Penyerapan tenaga kerja saat operasi | 800–1.000 tenaga kerja |
Angka tersebut menegaskan potensi proyek untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama selama masa konstruksi.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan menekankan profesionalisme dan keamanan, pemerintah pusat berharap implementasi Blok Masela berjalan transparan dan memberi manfaat maksimal bagi negara serta masyarakat Maluku. Peletakan batu pertama menandai awal fase proyek yang dipandang strategis, namun realisasi manfaat akan bergantung pada tata kelola, pengawasan, dan komunikasi intensif dengan warga setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komnas HAM Temukan Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya
Komnas HAM menemukan dugaan pelanggaran HAM atas kematian Okto Tigau di Intan Jaya setelah pemantauan 3-5 Ju...
Kemensos Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Koperasi Merah Putih
Kemensos mendorong penerima bansos menjadi anggota dan pelaku usaha di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih u...
Wamenko Otto Dorong Penguatan Peran Paralegal di Daerah
Wamenko Otto mendorong penguatan peran paralegal untuk memperluas akses keadilan dan dorong kolaborasi denga...
RRI Hadapi Efisiensi Anggaran, Jaga Kinerja dan Kepercayaan Publik
RDP Komisi VII dengan LPP RRI (16 Juli 2026) menegaskan efisiensi anggaran tak boleh mengorbankan kinerja da...
Pratikno: Dana Pendidikan LPDP Harus Beri Manfaat Nyata
Menko PMK Pratikno menegaskan Dana Pendidikan LPDP harus mendukung prioritas pembangunan dan memberi manfaat...
Prabowo: LNG Abadi Masela Kunci Hilirisasi dan Industrialisasi
Presiden Prabowo menyebut Proyek LNG Abadi Masela kunci hilirisasi dan industrialisasi, dengan investasi Rp3...