RRI Hadapi Efisiensi Anggaran, Jaga Kinerja dan Kepercayaan Publik
Komisi VII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan LPP RRI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. Pertemuan membahas laporan keuangan dan strategi RRI menghadapi kebijakan efisiensi anggaran agar kinerja dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Tekanan anggaran, fokus pada kinerja
Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo menegaskan seluruh satuan kerja harus menjaga kinerja meski menghadapi pengurangan anggaran. Ia menyatakan keterbatasan dana tidak boleh mengorbankan kualitas layanan dan pencapaian target organisasi.
"Kita sudah seharusnya menjalankan tata kelola keuangan dengan seharusnya. Jadi sesuatu yang tidak bisa kita toleransi dan kita harus melakukan bagaimana seharusnya,"
Hendrasmo menekankan pesan itu disampaikan langsung kepada kasatker untuk mendorong perilaku kerja yang efisien dan berorientasi hasil.
Tata kelola dan akuntabilitas
Menurut Hendrasmo, tata kelola keuangan yang baik adalah prinsip yang tidak bisa ditawar. Semua jajaran RRI wajib menjalankan pengelolaan anggaran sesuai ketentuan dan menempatkan akuntabilitas sebagai prioritas.
"Soal anggaran ini memang pada umumnya kita mengalami efisiensi, kita alami keterbatasan. Tapi saya sudah sampaikan ke kasatker, kita edukasi mereka, walaupun kita terbatas anggaran tetapi harus berkinerja tinggi,"
Ia menambahkan bahwa pembatasan anggaran harus direspons dengan penyusunan action plan yang lebih presisi dan implementasi program yang efektif.
Implementasi program dan target organisasi
Hendrasmo meminta setiap satker menyusun langkah operasional yang lebih terukur. Tujuannya memastikan capaian program tetap dapat diraih meski sumber daya terbatas.
"Kita dihadapkan dengan keterbatasan anggaran tetapi kita harus tetap berkinerja tinggi. Kita harus tetap melakukan action plan yang lebih presisi, implementasi yang lebih baik untuk mencapai tujuan organisasi,"
Pesan itu, menurutnya, terus diulang agar seluruh unit berorientasi pada manfaat bagi publik.
Komisi VII minta peran kuat LPP
Komisi VII DPR RI mendorong LPP memperkuat perannya dengan menghadirkan informasi yang membangun optimisme masyarakat. Dorongan itu muncul di tengah maraknya hoaks dan dominasi berita negatif di ruang digital.
"Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi cara pandang masyarakat. Khususnya generasi muda, terhadap Indonesia,"
Komisi menilai peran penyiaran publik penting untuk melawan disinformasi dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penyiaran.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan tekanan efisiensi anggaran, RRI menetapkan tata kelola yang ketat, action plan presisi, dan peningkatan kualitas layanan sebagai strategi utama. Langkah-langkah tersebut diharapkan mempertahankan kepercayaan publik sekaligus menjaga relevansi penyiaran publik di era informasi digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pertamina Pastikan Stok BBM Aman dan Percepat Distribusi
Pertamina pastikan stok BBM dan LPG aman; percepat distribusi ke SPBU dengan penambahan armada, pengemudi, d...
Presiden Minta Pembangunan LNG Abadi Masela Segera Selesai
Presiden Prabowo minta pembangunan LNG Abadi Masela segera selesai dan tidak mengalami hambatan setelah grou...
Kemkomdigi Perkuat Kapabilitas AI untuk Transformasi Sektor
Kemkomdigi susun strategi nasional dan etika AI untuk tingkatkan kapabilitas pemanfaatan AI di pendidikan, k...
Kemendikdasmen Terapkan Pembatasan Gawai di Sekolah
Kemendikdasmen membatasi penggunaan gawai di sekolah sejak 16 Juli 2026 untuk lindungi siswa dan kurangi dis...
Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan lewat Green and Smart Port
Kemenhub percepat transformasi pelabuhan lewat program Green and Smart Port ASRI 2026 untuk dukung logistik...
KemenPPPA Dukung Asesmen MPLS untuk Cegah Stigma pada Siswa Baru
KemenPPPA mendukung asesmen selama MPLS untuk mencegah stigma dan menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kond...