Nasional

KemenPPPA Dukung Asesmen MPLS untuk Cegah Stigma pada Siswa Baru

Bagikan:
Ilustrasi asesmen siswa baru saat MPLS di sekolah

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendukung pelaksanaan asesmen siswa baru selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai langkah pencegahan stigma dan penjaminan pembelajaran yang sesuai bagi tiap anak. Pernyataan itu disampaikan oleh Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (Layanan AMPK), Ciput Purwianti, di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Dukungan KemenPPPA terhadap asesmen di MPLS

KemenPPPA menilai asesmen pada masa awal sekolah penting untuk mengenali kondisi tiap siswa. Hasil asesmen menjadi dasar guru dalam merancang pendekatan pembelajaran yang tidak seragam. Tujuannya, mencegah munculnya stigma terhadap anak dengan kemampuan atau prestasi belajar berbeda.

"Di sekolah jangan sampai muncul stigma terhadap anak yang memiliki kemampuan atau prestasi belajar berbeda. Karena setiap anak membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sesuai kondisinya,"

Apa saja yang dinilai dalam asesmen

Menurut KemenPPPA, asesmen tidak hanya mengukur aspek akademik. Asesmen juga perlu menggali kondisi psikologis dan latar belakang keluarga siswa. Informasi ini penting agar pendampingan selama proses belajar mengajar bisa disesuaikan.

"Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis anak serta latar belakang keluarganya. Hasilnya menjadi pegangan guru agar tidak menerapkan pendekatan pembelajaran yang seragam,"

Peran sekolah dan keluarga

KemenPPPA menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Sekolah dan keluarga perlu bekerja sama untuk mendukung tumbuh kembang anak. Dengan sinergi kedua lingkungan ini, nilai positif yang diperoleh di sekolah bisa selaras dengan pola pengasuhan di rumah.

Risiko jika keberagaman tidak diantisipasi

Ciput mengingatkan bahwa keberagaman sosial, budaya, dan ekonomi di sekolah bisa memicu konflik jika tidak diantisipasi sejak awal. Salah satu risikonya adalah munculnya perundungan atau kekerasan antarteman sebaya. Oleh karena itu, asesmen dini dianggap langkah preventif penting.

"Keberagaman di lingkungan sekolah berpotensi memicu konflik jika tidak diantisipasi sejak awal. Risikonya dapat berupa perundungan maupun kekerasan antarteman sebaya,"

Implikasi dan langkah selanjutnya

Penerapan asesmen selama MPLS memberi guru acuan konkret untuk menyesuaikan metode pengajaran. Selain itu, data asesmen dapat membantu sekolah merancang intervensi yang ramah anak dan inklusif. KemenPPPA mendorong agar praktik asesmen dilaksanakan dengan sensitivitas, sehingga tujuan pencegahan stigma dan perlindungan anak dapat tercapai.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait