Nasional

Kemkomdigi Perkuat Kapabilitas AI untuk Transformasi Sektor

Bagikan:
Ilustrasi kecerdasan artifisial dan transformasi sektor publik dan swasta

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memetakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas kecerdasan artifisial (AI) agar teknologi tidak hanya diadopsi secara luas, tetapi mampu mendorong transformasi di berbagai sektor. Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Nezar Patria pada Kamis, 16 Juli 2026, sebagai respons atas kesenjangan antara adopsi dan pemanfaatan optimal AI di Indonesia.

Langkah strategis pemerintah

Pemerintah sedang menyusun beberapa kebijakan utama untuk mendorong pemanfaatan AI yang aman dan bertanggung jawab. Dokumen yang disiapkan meliputi Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial, Peta Jalan AI Nasional, dan Etika AI Nasional. Ketiganya dirancang sebagai landasan regulasi, pengembangan kapabilitas, dan tata kelola.

Pemanfaatan AI menurut sektor

Kemkomdigi mendorong penerapan AI yang terstruktur di sejumlah sektor prioritas:

  • Pendidikan: integrasi AI disertai perhatian pada keamanan dan kesesuaian usia peserta didik.
  • Kesehatan: penggunaan AI untuk skrining tuberkulosis dan mendukung layanan medis di daerah dengan kekurangan dokter spesialis.
  • Jasa keuangan: memperkuat deteksi penipuan, manajemen SDM, dan proses rekrutmen, termasuk di lembaga keuangan mikro.
  • Pemerintahan: meningkatkan produktivitas aparatur sipil negara dan kualitas layanan publik.
  • UMKM: mempercepat integrasi ke ekosistem digital agar manfaat AI merata sampai usaha kecil.

Tantangan: dari adopsi ke kapabilitas

Menurut Nezar, tingkat adopsi AI di Indonesia termasuk tinggi, namun pemanfaatannya belum merata. Banyak pelaku usaha masih menggunakan AI untuk kebutuhan operasional dasar dan belum mengimplementasikannya untuk transformasi bisnis.

"Adopsi saja mungkin tidak cukup, memakai AI saja tidak cukup. Tapi bagaimana kapabilitas dalam menggunakannya menjadi sangat penting,"

Perbedaan kapabilitas ini juga terlihat pada UMKM dan segmen masyarakat lain yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam ekosistem digital.

Literasi dan penguatan kapabilitas

Untuk menutup kesenjangan, Kemkomdigi menempatkan peningkatan literasi AI sebagai prioritas. Program pelatihan, pembinaan UMKM, dan panduan penggunaan di sektor publik direncanakan agar AI menjadi alat yang melengkapi kemampuan manusia, bukan menggantikan.

Dengan strategi yang terarah dan fokus pada etika serta literasi, pemerintah menargetkan pemanfaatan AI yang lebih inklusif, bertanggung jawab, dan berdampak nyata pada produktivitas serta layanan publik dalam beberapa tahun mendatang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait