Pratikno: Dana Pendidikan LPDP Harus Beri Manfaat Nyata
Jakarta, 16 Juli 2026 — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan Dana Pendidikan LPDP harus mendukung prioritas pembangunan nasional dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat ia memimpin Rapat Dewan Penyantun LPDP di Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026.
Pesan utama: investasi jangka panjang bagi SDM
Pratikno menyebut Dana Pendidikan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Tujuannya menyiapkan sumber daya manusia unggul dan memperkuat riset serta inovasi. Oleh karena itu, setiap program LPDP harus menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan berdampak langsung pada masyarakat.
“Dana Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM unggul, memperkuat riset, inovasi, dan daya saing Indonesia. Karena itu, setiap program LPDP harus menjawab kebutuhan pembangunan nasional serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,”
Evaluasi program dan tata kelola
Menurut Pratikno, Dana Pendidikan harus dikelola secara visioner, akuntabel, dan berorientasi hasil. Dewan Penyantun akan mengevaluasi program LPDP agar efektif dan tepat sasaran. Evaluasi itu bertujuan memastikan program selaras dengan agenda pembangunan nasional.
“Nantinya, Dewan Penyantun mengevaluasi program LPDP agar berjalan efektif, tepat sasaran, serta selaras dengan agenda pembangunan nasional.”
Sinergi antar lembaga
Pratikno mendorong sinergi antar lembaga yang intens. Ia menyoroti peran LPDP, kementerian terkait, dan lembaga riset. Untuk memperkuat koordinasi, Pratikno mengusulkan pembentukan Project Management Office bersama.
“Yang paling tinggi intensitasnya adalah LPDP, Kemendiktisaintek, dan BRIN. Saya sarankan ada PMO (Project Management Office) bersama agar program-program tersebut dapat tersinergikan dengan baik,”
Prioritas sektor dan output riset
Dewan Penyantun juga mendorong LPDP memperkuat dukungan pada sektor strategis prioritas Presiden. Dukungan berupa pendidikan, riset, dan pengembangan talenta. Hasil riset diharapkan menjadi inovasi dan teknologi yang berguna bagi masyarakat.
- Kesehatan
- Pangan
- Energi
- Digitalisasi
- Manufaktur
“LPDP harus memperkuat kontribusinya pada sektor strategis prioritas Presiden, termasuk kesehatan, pangan, energi, digitalisasi, dan manufaktur. Hasil riset juga harus menjadi inovasi dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung penyelesaian tantangan pembangunan,”
Implikasi dan langkah ke depan
Penekanan pada manfaat nyata mengarahkan LPDP pada orientasi hasil yang lebih kuat. Sinergi antar lembaga dan evaluasi berkala menjadi kunci agar dana pendidikan memberi dampak luas. Ke depan, implementasi rekomendasi Dewan Penyantun menentukan kemampuan LPDP mendukung agenda pembangunan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pertamina Pastikan Stok BBM Aman dan Percepat Distribusi
Pertamina pastikan stok BBM dan LPG aman; percepat distribusi ke SPBU dengan penambahan armada, pengemudi, d...
Presiden Minta Pembangunan LNG Abadi Masela Segera Selesai
Presiden Prabowo minta pembangunan LNG Abadi Masela segera selesai dan tidak mengalami hambatan setelah grou...
Kemkomdigi Perkuat Kapabilitas AI untuk Transformasi Sektor
Kemkomdigi susun strategi nasional dan etika AI untuk tingkatkan kapabilitas pemanfaatan AI di pendidikan, k...
Kemendikdasmen Terapkan Pembatasan Gawai di Sekolah
Kemendikdasmen membatasi penggunaan gawai di sekolah sejak 16 Juli 2026 untuk lindungi siswa dan kurangi dis...
Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan lewat Green and Smart Port
Kemenhub percepat transformasi pelabuhan lewat program Green and Smart Port ASRI 2026 untuk dukung logistik...
KemenPPPA Dukung Asesmen MPLS untuk Cegah Stigma pada Siswa Baru
KemenPPPA mendukung asesmen selama MPLS untuk mencegah stigma dan menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kond...