Nasional

Bhante Cittagutto: Peran Orang Tua Kunci Bentuk Generasi Penerus

Bagikan:
Bhante Cittagutto berbicara pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta

Bhante Cittagutto menegaskan bahwa orang tua adalah fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di kawasan Monumen Nasional (Monas) saat acara Zikir dan Doa Kebangsaan menyambut HUT Ke-81 Republik Indonesia. Menurut Bhante, nilai-nilai kemerdekaan akan terjaga apabila keluarga mampu mendidik anak menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab.

Orang tua sebagai fondasi pendidikan

Bhante menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membina karakter anak sejak usia dini. Ia menekankan bahwa keberhasilan anak tidak bisa dibebankan sepenuhnya pada anak sendiri tanpa pendampingan keluarga. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mendidik, mengarahkan, dan membimbing menjadi penopang utama agar anak tidak kehilangan arah.

"Kalau diserahkan sepenuhnya terserah anak-anak ya nggak bisa, nanti hilang arah, beda arahnya. Orang tua tetap masih penting mengarahkan anak-anaknya," ujar pemuka agama tersebut.

Makna kemerdekaan menurut Bhante

Bhante memaknai kemerdekaan bukan sekadar status politik, melainkan keadaan sosial yang harmonis. Ia menggambarkan kemerdekaan sebagai kondisi damai, sejahtera, dan penuh persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, suasana itu harus terus dijaga agar Indonesia terhindar dari permusuhan dan perpecahan.

"Kemerdekaan itu artinya menjadi damai, sejahtera, bahagia. Tidak ada keributan, tidak ada kekacauan, tidak ada permusuhan, tapi penuh persaudaraan, penuh kekeluargaan, penuh kedamaian, keharmonisan, kesejahteraan," kata Bhante Cittagutto.

Tantangan dan semangat kebangsaan

Bhante juga menyinggung berbagai rintangan yang dihadapi bangsa dalam mencapai kemajuan. Ia menyebut bahwa perbedaan pemahaman dapat memicu pertentangan jika tidak dikelola dengan bijak. Sebab itu, semangat gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dijaga dan direvitalisasi oleh seluruh lapisan masyarakat dengan tujuan bersama.

"Itu semua menjadi tantangan negara dalam memperoleh kemajuan, kesuksesan, tentu ada berbagai macam bentuk tantangan, rintangan, gangguan. Tapi kita harus hadapi dengan ketabahan, dengan semangat, dengan keyakinan," katanya.

"Dengan kemantapan diri, dengan perjuangan kerja keras untuk membela diri supaya bisa merdeka dan damai, serta sejahtera. Sehingga bahagia semuanya warga Indonesia."

Dengan menempatkan keluarga sebagai barisan terdepan dalam pendidikan karakter, Bhante mengajak masyarakat untuk aktif mengambil peran. Pendidikan nilai di rumah, kata dia, akan memperkuat persatuan dan menjaga cita-cita kemerdekaan agar hidup dalam kesejahteraan dan kedamaian.

Implikasi ke depan: Penguatan peran orang tua dan pendidikan karakter di keluarga menjadi strategi penting menjaga kohesi sosial. Jika dilaksanakan secara konsisten, langkah ini dapat mengurangi gesekan akibat perbedaan dan memperkuat fondasi bangsa menuju kemajuan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait