Perajin Genteng Jatiwangi Kejar SNI agar Bersaing di Pasar Global
Perajin genteng di Jatiwangi, Majalengka, terus meningkatkan kualitas produk sejak diluncurkannya Program Gentengisasi. Pada Kamis, 18 Juni 2026, Hena Gian Hermana menyatakan usaha mereka fokus mendapatkan sertifikat SNI dari Balai Besar Keramik untuk membuka akses pasar ekspor.
Sertifikasi dan standarisasi produk
Para perajin bekerja sama dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik Mineral Nonlogam untuk menguji kualitas genteng. Tujuannya jelas: memenuhi standar nasional agar produk bisa diterima pasar internasional.
"Upaya proses uji produk di Balai Keramik untuk mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Sertifikasi SNI kami harapkan jadi modal kami bisa masuk ke pasar global sehingga produk kami bisa bersaing terutama item atap rumah,"
Dampak Program Gentengisasi bagi industri lokal
Program Gentengisasi dinilai telah menggerakkan kembali industri genteng di Jatiwangi. Aktivitas produksi meningkat dan ekonomi lokal menggeliat setelah program berjalan.
Hena menyebut genteng bukan sekadar produk atap rumah, tetapi juga bagian dari identitas budaya setempat. Ketika industri kembali hidup, identitas budaya turut bertahan.
Penciptaan lapangan kerja dan komposisi tenaga kerja
Program ini juga mendorong terbukanya lapangan kerja baru di sekitar sentra produksi. Hena Gian mempekerjakan 32 orang di usaha produksinya.
- Jumlah pekerja: 32 orang
- Perempuan: 20 orang
- Laki-laki: 12 orang
Dengan meningkatnya permintaan, perajin berharap penyerapan tenaga kerja terus bertambah sehingga memberi manfaat sosial-ekonomi lebih luas.
Harapan perajin dan keberlanjutan program
Hena menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan menyebut program ini sebagai batu loncatan. Ia berharap program berlanjut dan tidak hanya berdampak sesaat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya Bapak Presiden Prabowo atas Program Gentengisasi yang telah membantu menggerakan industri genteng rakyat. Harapan kami berkelanjutan,"
Perajin menilai kesinambungan program penting agar geliat industri genteng tidak berhenti setelah beberapa tahun.
Secara keseluruhan, upaya sertifikasi dan penguatan kapasitas produksi menjadi kunci agar genteng Jatiwangi mampu menembus pasar global, sambil menjaga warisan budaya daerah.
Berita Terkait
Jasa Marga Intensifkan Preservasi Jalan Tol Jelang Libur Sekolah
Jasa Marga memperkuat preservasi jalan tol di beberapa ruas strategis pada Juni 2026 untuk antisipasi libur...
BGN Hentikan MBG saat Libur, Efisiensi Capai Sekitar Rp3 Triliun
BGN menghentikan distribusi MBG selama libur sekolah 22 Juni–13 Juli 2026 untuk efisiensi, menghentikan inse...
Mantan KSAL Achmad Sutjipto Wafat di RS Medistra
Laksamana Purn Achmad Sutjipto wafat pada 18 Juni 2026 di RS Medistra, Jakarta; jenazah disemayamkan dan ren...
BGN Alihkan Anggaran MBG dari 76 Sekolah ke Daerah 3T
BGN mengalihkan anggaran MBG dari 76 sekolah di Pulau Jawa ke daerah 3T dan kelompok rentan untuk intervensi...
Imigrasi Tangerang Edukasi Santri Ponpes Darul Quran Cegah TPPO-TPPM
Kantor Imigrasi Tangerang sosialisasi pencegahan TPPO-TPPM di Ponpes Darul Quran dan buka layanan paspor sim...
PKP Targetkan 7.500 Huntap untuk Korban Bencana di Sumatra 2026
Kementerian PKP menargetkan pembangunan 7.500 hunian tetap di Aceh, Sumut, dan Sumbar pada 2026; pelaksanaan...