DJKI Sesuaikan Pemeriksaan Paten Terkait Putusan MK
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) mengumumkan penyesuaian prosedur pemeriksaan dan banding paten sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Pengumuman itu disampaikan oleh Dirjen KI Hermansyah Siregar pada konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa, 15 September 2026. Penyesuaian bertujuan memperkuat kepastian hukum terutama pada use kedua dan seterusnya produk dikenal serta bentuk baru senyawa dikenal.
Penyesuaian proses pemeriksaan dan banding
DJKI menyatakan penyesuaian ini berpengaruh langsung pada mekanisme pemeriksaan paten. Perubahan terutama menyasar kriteria novelty dan penggunaan kedua serta selanjutnya yang kini kembali diatur oleh Pasal 4 huruf f Undang-Undang Paten.
Hermansyah menegaskan pelaksanaan putusan MK akan diterjemahkan ke dalam praktik pemeriksaan dan proses banding agar selaras dengan norma hukum yang berlaku kembali.
“Kementerian Hukum menghormati putusan Mahkamah Konstitusi dan akan melaksanakan putusan tersebut. DJKI memastikan pelaksanaannya diterjemahkan secara tepat dalam proses pemeriksaan dan banding paten,”
Perubahan SOP dan fokus sektor farmasi
DJKI akan merevisi standar operasional prosedur (SOP) pemeriksaan dan banding untuk memastikan konsistensi pelaksanaan. Revisi ini mendapat penekanan khusus pada sektor farmasi, yang sering menghadapi isu penggunaan kedua dan bentuk baru senyawa dikenal.
“Penyesuaian SOP memastikan pemeriksaan dan banding paten berjalan sesuai norma yang ditegaskan kembali oleh Mahkamah Konstitusi. Kami memastikan setiap proses pemeriksaan dan banding paten konsisten dengan ketentuan yang kembali berlaku,”
Koordinasi lintas sektor
Selain penyesuaian teknis, DJKI memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan di sektor kesehatan, perlindungan konsumen, dan masyarakat sipil. Pendekatan lintas sektor dimaksudkan untuk menempatkan sistem paten dalam ekosistem yang lebih luas.
Menurut Hermansyah, kolaborasi ini penting agar kebijakan paten tidak hanya memberikan kepastian hukum tetapi juga mempertimbangkan kepentingan inovasi, industri, dan publik.
“Sistem paten perlu ditempatkan dalam ekosistem yang lebih luas. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi penting agar kebijakan paten memberikan kepastian hukum sekaligus mempertimbangkan kepentingan inovasi, industri, dan masyarakat,”
Langkah regulasi jangka panjang
Sebagai tindak lanjut jangka panjang, Kementerian Hukum menyiapkan penyempurnaan regulasi paten. DJKI akan menyusun Naskah Akademik dan rancangan perubahan Undang-Undang Paten untuk diajukan dalam evaluasi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2027.
Hermansyah menekankan bahwa langkah legislatif merupakan bagian dari upaya menjamin kepastian hukum bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami memastikan putusan Mahkamah Konstitusi dilaksanakan konsisten melalui penguatan proses pemeriksaan serta penyempurnaan regulasi yang berlaku. Langkah tersebut ditempuh untuk menjamin pemeriksaan paten berjalan sesuai norma hukum dan memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan,”
Dengan penyesuaian SOP, penguatan koordinasi, dan rencana revisi undang-undang, pemerintah menegaskan komitmen memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga keseimbangan antara perlindungan inovasi dan kepentingan publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...