Menkeu Tinjau Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok, Vol. 3.100 Unit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan dilakukan usai adanya laporan volume yang meningkat dan dikhawatirkan mengganggu rantai pasok industri.
Peninjauan dan temuan awal
Purbaya mengunjungi fasilitas PT Graha Segara, penyedia Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT). Dari pantauan, jumlah kontainer yang sempat menumpuk mencapai sekitar 3.100 unit, sehingga berdampak pada pasokan bahan baku dan memperpanjang dwelling time barang.
Jadi saya berkunjung ke sini untuk menindaklanjuti informasi yang saya dapatkan... Bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok, volumenya sampai 3.100-an.
Penyebab penumpukan
Dalam peninjauan, pemerintah mengidentifikasi dua penyebab utama. Pertama, naiknya volume barang impor pada April–Mei yang memperlambat proses pelayanan. Kedua, masih ada barang impor yang sudah mendapat persetujuan keluar namun belum diambil pemiliknya, sehingga menambah beban ruang penampungan.
Ada satu lagi... barang yang udah clear segala macam itu nggak diambil sama importirnya, ditumpuk di sininya sama berbulan-bulan.
Perilaku ini mempersempit kapasitas lapangan timbun dan membuat alur logistik tidak efisien.
Rencana kebijakan dan sanksi
Pemerintah sedang menelaah regulasi terkait barang yang terlalu lama berada di kawasan pelabuhan. Kabinet meminta kajian untuk merumuskan mekanisme sanksi yang adil bagi importir yang membiarkan barang menumpuk.
Tapi harus fair... jangan tiba-tiba semuanya didendanya berlipat-lipat. Kita akan lihat berapa hari yang wajar, tapi yang nggak wajar baru itu kita beresin.
Pertimbangan kebijakan mencakup batas waktu wajar, besaran denda bertingkat, dan pengecualian untuk kondisi tertentu. Purbaya menyebut barang lebih dari satu bulan menjadi salah satu ambang yang dicermati.
Langkah operasional dan target
Pemerintah menargetkan penurunan jumlah kontainer ke kisaran normal sekitar 500 unit. Untuk mempercepat proses, penambahan personel akan dilakukan bila diperlukan.
- Penambahan tenaga kerja di lokasi;
- Koordinasi antarpelabuhan untuk peminjaman personel (Surabaya, Medan, Semarang, Banten);
- Percepatan penanganan barang clear but not lifted oleh importir.
Jika kekurangan orang menjadi hambatan, Purbaya menyatakan akan mengalihkan tenaga dari pelabuhan lain untuk mempercepat pelayanan.
Dampak dan konteks ekonomi
Peningkatan impor pada April dan Mei menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang hidup. Namun, penumpukan barang menimbulkan risiko terhadap kelancaran pasokan industri dan meningkatkan biaya logistik.
Dengan langkah penegakan aturan dan penambahan sumber daya, pemerintah berharap alur logistik kembali normal tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
Pemeriksaan lanjutan dan pembahasan regulasi akan dilanjutkan untuk menentukan ambang waktu, mekanisme denda, serta langkah operasional yang paling efektif agar masalah tidak berulang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Membagi Waktu Kunci Sukses Berbisnis Oriflame
Younita membagi waktu disiplin untuk jalankan bisnis Oriflame sambil bekerja sebagai petugas sensus. Strateg...
Galaxy Watch Ultra2: Smartwatch Tangguh untuk Aktivitas Outdoor
Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan ketahanan ekstrem dan analitik kesehatan berbasis AI, cocok untuk pelari tr...
NSIG Perkuat Jejaring Global Dorong Investasi Berkelanjutan di Sulut
NSIG perkuat jejaring global untuk menarik investasi berkelanjutan ke Sulawesi Utara lewat riset, B2B, dan b...
Chery Avante Buka Diler di Magelang, Harga di Bawah Rp300 Juta
Chery Avante membuka diler di Magelang (24 Juli 2026); harga di bawah Rp300 juta dan layanan penjualan serta...
Anggota Oriflame: Lebih dari Sekadar Menjual Produk
Younita, anggota Oriflame sejak 2020, menyebut keanggotaan soal mencoba produk, harga member gratis, dan par...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram - 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik Rp7.000 per gram jadi Rp2.612.000 (25 Juli 2026); buyback juga naik. Simak rincian har...