Daya Beli Melemah, Minat Kredit Rumah Mulai Turun
Minat kredit rumah mulai menurun seiring tekanan daya beli akibat pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga. Pengamat properti dan pelaku usaha tahu-tempe mencatat dampak ekonomi ini terasa sejak beberapa bulan terakhir.
Ekonomi melemah tekan pasar perumahan
Pengamat Bisnis Properti Perumahan Jehansyah Siregar mengatakan sektor properti sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Ia menilai masyarakat kini lebih berhati-hati dalam mengatur anggaran keluarga. Akibatnya, pembelian rumah menurun karena kemampuan mencicil berkurang.
"Sektor properti langsung terdampak ketika ekonomi mengalami tekanan. Tidak harus menunggu krisis untuk merasakan dampaknya,"
Suku bunga dan selektivitas kredit
Menurut Jehansyah, kenaikan suku bunga membuat bank menerapkan seleksi lebih ketat pada pengajuan kredit. Pengembang dan calon pembeli merasakan dampak pengetatan kriteria kredit perbankan.
"Pendapatan masyarakat tertekan dan harga barang meningkat. Akhirnya kemampuan mencicil rumah ikut berkurang,"
Dampak pada usaha tahu dan tempe
Sementara itu, Ketua Paguyuban Perajin Tempe dan Tahu Jawa Barat, Muhammad Zamaludin, menyatakan kenaikan harga kedelai menekan margin usaha. Kenaikan berlangsung bertahap tetapi berkelanjutan sejak sebelum Ramadan.
"Harga kedelai terus naik sejak sebelum Ramadan. Kenaikannya memang bertahap, tetapi berlangsung terus-menerus,"
Ia menuturkan produksi masih berlangsung, namun keuntungan perajin menipis dan sebagian mulai mengalami kerugian. Zamaludin berharap ada langkah pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai impor demi kelangsungan usaha.
Impak dan prospek
Gabungan tekanan nilai tukar, inflasi, dan suku bunga berpotensi memperlambat permintaan properti lebih lanjut jika kondisi tidak segera membaik. Di sektor pangan olahan berbasis kedelai, ketidakpastian harga dapat memicu penurunan produksi atau kenaikan harga konsumen.
Para pelaku industri berharap ada kebijakan yang memastikan stabilitas harga bahan baku dan kelancaran akses pembiayaan rumah tangga. Pemantauan lanjutan terhadap tren kredit dan harga kedelai diperlukan untuk melihat dampak jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Galaxy Watch Ultra2: Smartwatch Tangguh untuk Aktivitas Outdoor
Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan ketahanan ekstrem dan analitik kesehatan berbasis AI, cocok untuk pelari tr...
NSIG Perkuat Jejaring Global Dorong Investasi Berkelanjutan di Sulut
NSIG perkuat jejaring global untuk menarik investasi berkelanjutan ke Sulawesi Utara lewat riset, B2B, dan b...
Chery Avante Buka Diler di Magelang, Harga di Bawah Rp300 Juta
Chery Avante membuka diler di Magelang (24 Juli 2026); harga di bawah Rp300 juta dan layanan penjualan serta...
Anggota Oriflame: Lebih dari Sekadar Menjual Produk
Younita, anggota Oriflame sejak 2020, menyebut keanggotaan soal mencoba produk, harga member gratis, dan par...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram - 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik Rp7.000 per gram jadi Rp2.612.000 (25 Juli 2026); buyback juga naik. Simak rincian har...
Komisi VI Apresiasi Kinerja Positif Pelindo Semester I 2026
Komisi VI DPR mengapresiasi capaian positif Pelindo Semester I 2026 setelah kunjungan kerja di Surabaya; Pel...