Wamendag Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong pelaku UMKM meningkatkan kapasitas, kualitas, dan inovasi agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Pernyataan itu disampaikan pada kunjungan kerja di Bali, Sabtu, 6 Juni 2026, seiring percepatan digitalisasi dan perubahan preferensi konsumen.
Dorongan untuk memahami pasar dan memanfaatkan teknologi
Roro menekankan bahwa menghasilkan produk berkualitas saja tidak cukup. UMKM harus memahami kebutuhan pasar, menjaga standar mutu, serta membangun merek yang kuat.
"Pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk yang baik. UMKM juga perlu memahami pasar, menjaga kualitas, memenuhi standar, membangun merek," ujar Roro.
Ia menilai perubahan sektor perdagangan berjalan cepat karena digitalisasi, kecerdasan buatan, ekonomi hijau, dan perubahan preferensi konsumen. Karena itu, peningkatan kapasitas digital menjadi penting untuk memperluas akses pasar.
Program Kemendag untuk memperkuat UMKM
Kementerian Perdagangan memiliki tiga program utama untuk menjawab tantangan tersebut: pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan gerakan Dari Lokal untuk Global. Program ini dirancang untuk menguatkan pasar domestik sekaligus membuka akses internasional bagi produk lokal.
Roro menyatakan pemerintah akan memfasilitasi pendampingan, teknologi, dan akses pasar agar UMKM bisa mulai proses ekspor secara bertahap.
"Sebagian UMKM masih memandang ekspor sebagai proses yang rumit dan hanya bisa dilakukan perusahaan besar. Namun sebenarnya, dengan pendampingan yang tepat, teknologi yang sesuai, serta akses pasar yang terarah, UMKM dapat memulai perjalanan ekspor bertahap," kata Roro.
Suara pelaku usaha dan lembaga swasta
Nugraheni Utami, Chief Representative US-ASEAN Business Council (USABC) Indonesia, menekankan pentingnya memperkuat kualitas UMKM ketimbang sekadar menambah jumlahnya.
"Kini bukan lagi tentang jumlah UMKM yang diperbanyak, tapi bagaimana kita bisa membuat UMKM menjadi lebih kuat, lebih berdaya saing tinggi, dan tentunya naik kelas," ujar Nugraheni.
Dari sisi pelaku, Sintawati, seorang UMKM asal Bali, mengatakan pelatihan dan pendampingan membuka wawasan baru soal peluang ekspor langsung bagi usaha perorangan.
"Sebelumnya saya tidak mengetahui bahwa usaha perorangan juga bisa melakukan ekspor langsung, tapi setelah mengikuti pelatihan saya mendapat ilmu dan bimbingan," kata Sintawati.
Dampak dan langkah ke depan
Roro memastikan Kemendag siap menjadi mediator yang mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli potensial lewat jaringan perwakilan perdagangan di 33 negara. Upaya ini diharapkan memperluas basis pelaku ekspor dan meningkatkan produktivitas nasional.
Catatan penting: fokus kebijakan ke depan bukan hanya menjaga surplus perdagangan, tetapi juga memperluas jumlah dan kualitas pelaku ekspor dari kalangan UMKM.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Membagi Waktu Kunci Sukses Berbisnis Oriflame
Younita membagi waktu disiplin untuk jalankan bisnis Oriflame sambil bekerja sebagai petugas sensus. Strateg...
Galaxy Watch Ultra2: Smartwatch Tangguh untuk Aktivitas Outdoor
Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan ketahanan ekstrem dan analitik kesehatan berbasis AI, cocok untuk pelari tr...
NSIG Perkuat Jejaring Global Dorong Investasi Berkelanjutan di Sulut
NSIG perkuat jejaring global untuk menarik investasi berkelanjutan ke Sulawesi Utara lewat riset, B2B, dan b...
Chery Avante Buka Diler di Magelang, Harga di Bawah Rp300 Juta
Chery Avante membuka diler di Magelang (24 Juli 2026); harga di bawah Rp300 juta dan layanan penjualan serta...
Anggota Oriflame: Lebih dari Sekadar Menjual Produk
Younita, anggota Oriflame sejak 2020, menyebut keanggotaan soal mencoba produk, harga member gratis, dan par...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram - 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik Rp7.000 per gram jadi Rp2.612.000 (25 Juli 2026); buyback juga naik. Simak rincian har...