Eric: Penilaian Positif Bahlil 32% Tunjukkan Resiliensi Politik
Anggota DPR RI Eric Hermawan menilai penilaian positif terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebesar 32,0% menunjukkan resiliensi politik meski ada celah antara popularitas dan penilaian kinerja. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026, merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang digelar 27 Juli–3 Agustus 2026.
Hasil survei: popularitas, penilaian, dan metodologi
Survei IPO mencatat populaitas Bahlil pada angka 32,8% dan penilaian positif sebesar 32,0%. Pengambilan data melibatkan 1.200 responden dengan metode stratified multistage random sampling dan tingkat kepercayaan 95%.
Margin of error dilaporkan sekitar 2,9%. Pengumuman hasil tersebut menjadi dasar komentar Eric tentang makna politik dari rasio kedua angka itu.
Analisis Eric Hermawan
Eric menggarisbawahi bahwa selisih kecil antara popularitas dan penilaian positif memberikan sinyal kuat mengenai persepsi publik. Ia menghitung rasio kedua angka itu mendekati 97,6%, yang menurutnya menunjukkan hubungan erat antara pengenalan nama dan persepsi kinerja.
"Namun ada angka yang menurut saya jauh lebih penting: pak Bahlil memiliki popularitas 32,8 persen, tetapi penilaian positifnya 32,0 persen,"
"Artinya, hampir seluruh orang yang mengenal pak Bahlil memberikan persepsi positif terhadap kinerjanya,"
Eric menambahkan bahwa meskipun ada perbedaan 1,5 poin, Bahlil tetap mempertahankan resiliensi politik. Ia juga menyebut angka itu berbanding dengan capaian pada Oktober 2025 yang tercatat sebesar 38,3%.
Dampak pada citra pemerintahan dan tantangan ke depan
Menurut Eric, kinerja sektor strategis seperti energi cenderung menuai dua respons: mendukung pertumbuhan sekaligus mendapat pengawasan ketat. Oleh karena itu, penilaian positif di sektor ini memiliki implikasi pada citra Presiden Prabowo.
"Kebijakan di sektor tersebut hampir selalu mempunyai dua sisi: pro-growth tetapi sekaligus high scrutiny,"
Eric menyoroti pekerjaan rumah berikutnya, yakni mengonversi penilaian positif menjadi hasil nyata yang dapat dirasakan publik dalam 6–12 bulan ke depan.
"Tantangan berikutnya adalah mengubah persepsi tersebut menjadi hasil yang terukur dan berkelanjutan, dg hasil konkret yang dapat ditunjukkan kepada rakyat dalam 6–12 bulan ke depan,"
Dengan latar data survei dan catatan Eric, fokus kini beralih pada implementasi kebijakan yang mampu mempertahankan atau meningkatkan angka popularitas dan penilaian positif tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...