Ribuan Wisatawan Padati Pantai Kuala Sabang dan Leuge di Aceh Timur
Pada Minggu (17/5), ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan wisata bahari di Kabupaten Aceh Timur. Lokasi ramai adalah Pantai Kuala Sabang (Idi Timur), Pantai Leuge (Peureulak), dan Pantai Pelangi (Idi Rayeuk). Kedatangan wisatawan dipicu oleh kondisi air laut yang disebut bersih dan dangkal, sehingga aman untuk keluarga serta mendorong pulihnya aktivitas ekonomi pasca-bencana.
Suasana dan kegiatan pengunjung
Warga menikmati pemandangan laut serta aktivitas nelayan yang melaut dari dermaga. Banyak keluarga memilih bermain dan mandi bersama anak-anak. Selain itu, pengunjung juga memanfaatkan akhir pekan untuk berfoto dan berjalan di bibir pantai.
Seorang pengunjung, Irwansyah, mengatakan kunjungannya dibuat karena kondisi air yang nyaman untuk anak-anak. Dia juga memuji ragam kuliner yang tersedia di kawasan itu.
“Kami sengaja datang jauh-jauh untuk menikmati indahnya wisata Kuala Sabang di Peudawa. Apalagi selama ini viral dengan air laut yang bersih dan kondisi laut tidak dalam, sehingga tidak membahayakan anak-anak,”
Kuliner lokal jadi daya tarik
Selain pemandangan, kuliner juga jadi magnet bagi wisatawan. Irwansyah menyebutkan beberapa menu yang menggugah selera. Pilihan makanan laut segar dan minuman tradisional ramai dicari oleh keluarga pengunjung.
- Ikan bakar
- Udang goreng
- Tumis kangkung
- Cumi tumis
- Aneka jus dan minuman tradisional seperti kolak durian serta es krim dan kelapa muda
“Makanan dan minumannya enak-enak, bahkan tersedia kolak durian dan es cream serta kelapa muda,”
Data pengunjung dan dampak ekonomi
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Aceh Timur, Syahril, mencatat lonjakan pengunjung setiap akhir pekan. Menurutnya, tidak kurang dari 10.000 hingga 20.000 pengunjung mendatangi titik-titik wisata bahari di kabupaten tersebut.
“Tunggi pengunjung menandakan ekonomi masyarakat mulai stabil pasca bencana alam yang melanda wilayah ini 26 November lalu,”
Syahril menilai kebangkitan kunjungan wisata berkontribusi pada perbaikan pendapatan masyarakat lokal, terutama pelaku usaha kuliner, penginapan, dan transportasi.
Prospek dan catatan pengelolaan
Peningkatan kunjungan menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata di Aceh Timur. Namun, pengelola dan pemerintah daerah perlu memastikan fasilitas keselamatan dan kebersihan terus terjaga agar kunjungan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang merata.
Dengan kondisi laut yang tetap terjaga dan dukungan fasilitas, kawasan pantai di Aceh Timur berpotensi mempertahankan arus kunjungan sepanjang musim liburan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ASPERA Mini Studio: Transformasi Digital Pembelajaran Speaking SAS
ASPERA Mini Studio hadir sebagai sistem pembelajaran speaking digital di SAS, memadukan studio, multimedia,...
Subulussalam Beringin Menuju Desa Definitif, BIG Lakukan Verifikasi Batas
Desa Persiapan Subulussalam Beringin menjalani verifikasi batas wilayah oleh BIG setelah peroleh kode regist...
Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Perceraian dan Kekerasan Anak
Ketua DPRK Banda Aceh kunjungi Mahkamah Syar'iyah, soroti lebih dari 300 perkara perceraian Jan–Sep 2026 dan...
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...