Komisi V Dorong Penguatan Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat
Anggota Komisi V DPR, Edi Purwanto, mendorong penguatan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum. Pernyataan itu disampaikan pada pembahasan kebijakan, dikutip Minggu 14 Juni 2026, dengan tujuan membantu percepatan pembangunan infrastruktur di daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran.
Kenapa IBM jadi prioritas
Menurut Edi, banyak daerah saat ini kesulitan membiayai proyek infrastruktur lokal. Kondisi itu membuat peran program IBM menjadi lebih krusial karena memberikan instrumen pendukung bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan.
Ia menilai jika program ini tidak diperkuat, kualitas dan akses infrastruktur di tingkat lokal bisa semakin menurun. Edi menekankan pentingnya perhatian kementerian terhadap kesenjangan antarwilayah.
"Kami berharap Menteri PU betul-betul mempertimbangkan wilayah,"
Tantangan pembiayaan infrastruktur nasional
Edi juga menyoroti kebutuhan pembiayaan yang lebih memadai untuk menjaga kualitas infrastruktur secara nasional. Ia menyebut tantangan ke depan membutuhkan dukungan anggaran yang cukup agar program-program pembangunan tidak terhenti.
Politikus tersebut mendorong pemerintah mencari solusi pembiayaan agar kebuntuan proyek di daerah dapat dikurangi secara bertahap.
- Keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah
- Kebutuhan pendanaan untuk pemeliharaan infrastruktur
- Perluasan peran masyarakat dalam pelaksanaan proyek lokal
Tanggapan Kementerian Pekerjaan Umum
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, merespons dorongan itu dengan berjanji mengoptimalkan pelaksanaan program IBM. Ia menyatakan kementerian akan melakukan pembahasan lanjutan untuk memperkuat program dan menyesuaikan pelaksanaannya sesuai arahan Komisi V DPR.
"Kami akan maksimalkan,"
Langkah lanjutan yang dijanjikan kementerian mencerminkan upaya koordinasi antara legislatif dan eksekutif untuk memperbaiki kondisi infrastruktur di tingkat daerah. Penguatan IBM diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan fasilitas, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jangka panjang.
Prospek ke depan: Pemerintah perlu memformulasikan skema pembiayaan yang jelas dan mekanisme pengawasan agar penguatan IBM efektif. Rencana pembahasan lanjutan menjadi momentum untuk menuntaskan kendala anggaran dan pelaksanaan di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diproyeksi Menguat Didukung Sentimen Domestik dan Global
IHSG diperkirakan menguat pada 18 Agustus 2026, didukung sentimen domestik dari RAPBN dan harga komoditas, n...
PLN Amankan Kelistrikan Upacara HUT ke-81 dengan Sistem Lima Lapis
PLN menyiagakan sistem pengamanan kelistrikan lima lapis dan ratusan personel untuk mengamankan Upacara HUT...
KAI Perbarui Situs kai.id, Dikunjungi 49,4 Juta Pengunjung
KAI meluncurkan tampilan baru situs kai.id pada 17 Agustus 2026; situs telah dikunjungi 49,4 juta pengunjung...
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluas MDR QRIS
Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada 17 Agustus 2026 dan memperluas MDR QRIS nol per...
DPR: Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari Realistis
Bambang Patijaya mengatakan target lifting minyak 610 ribu bph dan gas 950 ribu bph setara minyak pada RAPBN...
Tarif Rp8 KAI: 27.620 Tiket Diskon Terjual pada 17 Agustus
KAI memberlakukan tarif Rp8 untuk LRT Jabodebek dan sebagian Commuter Line pada 17 Agustus; 27.620 tiket dis...