Tiga Bidan di Ngawi Terima Penghargaan atas Dedikasi Pelayanan Kesehatan
Ngawi — Tiga bidan di Kabupaten Ngawi menerima penghargaan dari DPC PDI Perjuangan setempat. Penghargaan diberikan dalam rangka Hari Bidan Nasional dan menyemarakkan Bulan Bung Karno 2026. Mereka dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan bagi warga di Kecamatan Karanganyar, Bringin, dan Kendal.
Penghargaan dan kategori
Panitia membagi penghargaan ke dalam tiga kategori untuk menilai berbagai bentuk pengabdian. Kategori tersebut menyorot lokasi tugas, lama pengabdian, dan prestasi profesional.
- Bidan dengan wilayah tugas terjauh dan terpencil.
- Bidan dengan masa pengabdian terlama.
- Bidan berprestasi.
Penyerahan penghargaan
Penyerahan dilakukan oleh sejumlah pimpinan partai dan pemerintahan daerah. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Sekretaris DPC, serta Ketua DPRD hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan tersebut.
Di Puskesmas Bringin, penghargaan bidan berprestasi diserahkan oleh Ketua DPC. Penghargaan untuk masa pengabdian terlama diserahkan di Puskesmas Kendal oleh Sekretaris DPC. Sementara itu, penghargaan untuk tugas di wilayah terpencil diserahkan di Puskesmas Karanganyar oleh Ketua DPRD.
Kata pengurus dan makna penghargaan
"Penyerahan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap para bidan yang menjadi ujung tombak kesehatan di masyarakat,"
Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua DPC saat acara berlangsung. Ia menambahkan bahwa peran bidan tidak hanya pada proses persalinan, tetapi juga mendampingi kesehatan anak hingga lansia. Penghargaan dimaksudkan sebagai motivasi dan pengingat bagi masyarakat untuk lebih mendukung tenaga kesehatan, termasuk di wilayah pelosok.
Sugiarti: medan sulit bukan halangan
Salah satu penerima penghargaan, Sugiarti (50), bidan yang bertugas di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, mengaku terharu. Ia telah mengabdi hampir 25 tahun dan baru kali ini menerima penghargaan atas pengabdiannya.
"Saya bertugas di Pandean selama hampir 25 tahun. Baru kali ini saya mendapatkan penghargaan. Terharu sekali ternyata ada yang memperhatikan,"
Sugiarti melayani warga di wilayah yang berbatasan dengan Jawa Tengah dan sering sulit dijangkau. Saat musim hujan, akses jalan kerap tidak dapat dilalui kendaraan bermotor sehingga ia harus berjalan kaki untuk mendatangi pasien. Meski demikian, ia menegaskan bahwa medan bukan penghalang dalam memberikan pelayanan.
Dampak dan tindak lanjut
Penghargaan ini diharapkan bisa mendorong bidan lain untuk mempertahankan kualitas layanan. Selain itu, kegiatan ini membuka ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk lebih memperhatikan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah terpencil. Upaya keberlanjutan layanan tetap diperlukan agar akses kesehatan merata di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPR Minta Pengusutan Tuntas Kekerasan Ibu terhadap Anak di Pamekasan
DPR minta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan ibu terhadap anak di Pademawu, Pamekasan, termasuk pemeriks...
PDI Perjuangan: Perubahan APBD Sumenep Harus Pro Rakyat
Fraksi PDI Perjuangan minta Perubahan APBD Sumenep 2026 tetap berpihak pada rakyat meski PAD naik dan belanj...
Surabaya Minta Perlindungan untuk Pedagang Pasar Tradisional
DPRD Surabaya dan APPSI minta pemerintah lindungi pedagang pasar tradisional dari tekanan pasar modern, dari...
DPRD Jember Minta Pangkas Anggaran Rp2,8 Miliar untuk Stiker Bantuan
DPRD Jember minta Pemkab memangkas anggaran Rp2,8 miliar untuk stiker bantuan dan mengusulkan satu jenis sti...
Jaranan Hiasi Peringatan Kemerdekaan di Trenggalek
Ribuan warga menyaksikan pagelaran jaranan di halaman DPC PDI Perjuangan Trenggalek, 17 Agustus 2026, sebaga...
ASN Banyuwangi Berbagi daftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS
ASN Banyuwangi Berbagi mendaftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan pada 17 Agustus 2026 untu...