Nasional

BGN Diganti untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Bagikan:
Ilustrasi distribusi makanan bergizi bagi anak-anak di program sekolah

Pergeseran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diumumkan setelah penilaian selama sekitar satu setengah tahun untuk memastikan program prioritas berjalan efektif, akuntabel, dan bebas praktik korupsi.

Alasan evaluasi dan pergantian

Tenaga ahli Bakom RI, Hariqo Wibawa Satria, menyebut pergantian kepemimpinan merupakan hasil evaluasi terhadap implementasi MBG. Evaluasi dipimpin langsung oleh Presiden dan mencakup capaian program serta tata kelola pelaksanaan di lapangan.

Menurut Hariqo, MBG adalah program berskala nasional yang untuk pertama kali dijalankan secara universal di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan koreksi kebijakan dan manajemen agar tujuan program tercapai.

Tantangan gizi nasional

Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 memperlihatkan tantangan signifikan: mayoritas masyarakat masih jarang mengonsumsi buah dan sayur, sementara lebih dari separuh anak-anak memiliki pola makan kurang baik. Kondisi itulah yang menjadi dasar pemerintah menjadikan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia.

Tata kelola dan pengawasan diperketat

Hariqo menegaskan kepemimpinan baru BGN diharapkan memperkuat tata kelola, mempercepat koordinasi antarlevel pemerintahan, serta meningkatkan pengawasan. Targetnya adalah memastikan bantuan mencapai kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, pelajar, dan santri.

"MBG yang universal ini untuk pertama kalinya dalam sejarah dijalankan di Indonesia. Jadi 80 tahun kita bernegara tanpa makan bergizi gratis,"

Ia menambahkan fokus pengawasan menjadi prioritas selama masa transisi. Pemerintah ingin meminimalkan penyimpangan dan memastikan aliran anggaran serta distribusi bahan pangan sesuai sasaran.

"Presiden sangat tegas mengatakan tidak boleh ada korupsi dan tidak boleh ada upaya-upaya memperkaya diri dalam program ini,"

Dampak dan harapan ke depan

Perubahan pimpinan di BGN dimaksudkan bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi juga sebagai sinyal komitmen pemerintah terhadap transparansi dan akuntabilitas program MBG. Dengan penguatan pengawasan dan koordinasi, harapannya adalah peningkatan kualitas pelaksanaan dan kepercayaan publik terhadap program.

Ke depan, pemerintah akan memantau implementasi lebih ketat dan menindaklanjuti temuan evaluasi untuk mencapai tujuan peningkatan gizi dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait