Kementerian P2MI Fasilitasi 433.169 Pekerja Migran lewat MoU Lintas Lembaga
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) memfasilitasi penempatan 433.169 pekerja migran melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Ika Untirta), dan dukungan PT Krakatau Steel. Penandatanganan Nota Kesepahaman berlangsung di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, pada 18 Juni 2026 untuk memperkuat tata kelola migrasi aman dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Rincian penempatan dan peluang kerja
Kementerian P2MI menyampaikan bahwa hingga kini layanan penempatan telah mencapai angka signifikan, yakni 433.169 tenaga kerja nasional. Menteri P2MI menyebutkan pula ketersediaan lowongan kerja luar negeri yang terekam dalam Sistem Informasi Peluang Kerja Luar Negeri (SIP2MI) per 13 Juni 2026 mencapai 313.803 lowongan.
Menurut Menteri Mukhtarudin, masih terdapat 236.896 peluang kerja yang terbuka untuk tenaga kerja Indonesia yang memenuhi kompetensi. Data ini menggambarkan peluang besar bagi calon pekerja migran yang dipersiapkan dengan baik.
Peran Pemprov Banten dan dukungan Krakatau Steel
Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut inisiatif tersebut dan menilai lokasi geografis Banten strategis untuk pengembangan pekerja migran. Pada periode 2025 sampai 12 Juni 2026, penempatan pekerja migran asal Banten tercatat sebanyak 5.542 layanan.
Andra juga menyoroti upaya pencegahan keberangkatan nonprosedural yang dilakukan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, yang berhasil mencegah keberangkatan 572 pekerja nonprosedural.
Target kompetensi dan inisiatif alumni
Ketua Ika Untirta sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan kesiapan institusi alumni mendukung peningkatan kapasitas generasi muda. Ia berharap program ini bukan sekadar dokumen, melainkan bergerak nyata untuk menyiapkan tenaga kerja terampil.
"Kerja sama ini merupakan bentuk nyata bagaimana pemerintah, dunia industri, dan organisasi masyarakat dapat berjalan bersama untuk menciptakan ekosistem pekerja migran yang aman, profesional, dan berdaya saing global,"
Lamhot menambahkan bahwa program SMK Go Global menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja terampil.
Dampak ekonomi dan prospek
Menteri Mukhtarudin memperkirakan efek ekonomi jika pekerja migran mengirim remitansi. Ia memberi contoh, jika setiap pekerja mengirim rata-rata Rp5 juta per bulan, akan terjadi multiplier effect bagi ekonomi lokal, menggerakkan UMKM, serta memperkuat daya beli keluarga.
"Masih ada 236.896 peluang kerja yang terbuka. Ini menjadi kesempatan besar bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi,"
Langkah ke depan
Penandatanganan MoU ini menandai sinergi antar-pemerintah daerah, kementerian, institusi pendidikan, dan BUMN guna memperkuat mekanisme penempatan resmi. Ke depan, fokus diarahkan pada peningkatan pelatihan, pengawasan keberangkatan, dan perlindungan pekerja selama proses penempatan.
Kolaborasi ini diharapkan mendorong lebih banyak pekerja migran yang terlatih, terdidik, dan ditempatkan melalui jalur resmi sesuai arahan pemerintah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemdiktisaintek Minta Fleksibilitas Akademik untuk Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek mengimbau perguruan tinggi di NTT menerapkan fleksibilitas akademik pascagempa 7,7 untuk men...
Ateng Sutisna Dorong Penguatan Tata Kelola Energi dan SDA
Ateng Sutisna mendorong penguatan tata kelola energi dan SDA setelah pidato Presiden, menyoroti B50, bursa k...
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...