Pendidikan Kewirausahaan UMKM Harus Terintegrasi, Tegas Komisi VII
Komisi VII DPR
Kebutuhan program kewirausahaan yang terukur
Eva Monalisa, anggota Komisi VII DPR, mengatakan pendidikan kewirausahaan harus disusun secara terukur dan terintegrasi. Tujuannya agar pelaku UMKM benar-benar naik kelas dan siap bersaing di kancah regional.
"Pendidikan kewirausahaan tidak boleh berhenti di teori. Harus terintegrasi dengan akses pembiayaan, inkubasi bisnis, dan konektivitas pasar agar benar-benar melahirkan wirausahawan yang siap bersaing,"
Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya modal. Keterbatasan akses pasar dan minimnya pendampingan berkelanjutan jadi penghambat utama pertumbuhan UMKM.
Hambatan utama UMKM
Menurut Eva, banyak pelaku usaha memiliki produk dan modal, tetapi tidak tahu bagaimana mengembangkan atau menjual produk tersebut. Kondisi ini menunjukkan perlunya kebijakan yang menggabungkan pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran.
"Sering kali pelaku usaha sudah memiliki produk dan modal, tetapi tidak tahu harus menjual ke mana atau bagaimana mengembangkan usahanya. Di sinilah pentingnya pendampingan pemerintah yang jelas dan berkelanjutan,"
Contoh praktik: literasi digital di Ngada
Pelaksanaan literasi digital menjadi kunci transformasi UMKM menuju ekonomi digital. Di Kabupaten Ngada, program pendampingan dilakukan bertahap mulai dari aspek legalitas hingga pemasaran online.
Navigator UMKM Digital Ngada, Chrismas Adrianus Uwa, menjelaskan banyak pelaku usaha sebenarnya mampu tetapi belum terbiasa menggunakan alat digital. Kehadiran lembaga pendamping seperti Rumah BUMN dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
"Fungsi pendamping adalah menerjemahkan dunia digital menjadi lebih sederhana. Agar mudah dipraktikkan,"
Program pendampingan mencakup pelatihan fotografi produk, penggunaan aplikasi penyuntingan foto dan video sederhana, serta pembentukan mindset promosi secara daring. Pendampingan juga mengatasi rasa malu sebagian pelaku untuk tampil di depan kamera saat mempromosikan produk mereka.
Langkah kebijakan yang diperlukan
Untuk menghasilkan dampak nyata, Eva mengusulkan integrasi antara beberapa elemen program:
- Akses pembiayaan yang mudah dan tepat sasaran
- Inkubasi bisnis untuk penguatan model usaha
- Fasilitasi pemasaran dan konektivitas pasar, termasuk digital
- Pendampingan berkelanjutan untuk pengembangan kapabilitas pelaku
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendamping, dan pelaku usaha menjadi modal utama menghadapi era digital. Dengan kebijakan terintegrasi dan pendampingan yang konsisten, UMKM diharapkan mampu memperluas pasar dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Berita Terkait
Hari Lahir Pancasila: Kata-kata Semangat Kebangsaan untuk 1 Juni
Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: bagikan ucapan bernuansa kebangsaan dan persatuan sebagai bentu...
BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Upacara Hari Pancasila 2026
BPIP mengundang semua mantan presiden dan wapres untuk Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Lapangan...
Kemkomdigi Perkuat Literasi Digital untuk Tangkal Hoaks
Kemkomdigi gencarkan literasi digital untuk tangkal hoaks, khususnya bagi lansia, melalui talkshow dan wayan...
Twibbon Hari Lahir Pancasila 2026: 25 Link Download Gratis
Gunakan 25 link twibbon gratis untuk Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026; tersedia desain merah-putih, Garuda,...
Lansia 34 Juta Jadi Fokus Literasi Digital Nasional
Wamenkomdigi: 34 juta lansia jadi bagian penting transformasi digital; pemerintah dorong literasi agar merek...
Polda Metro Buka Posko Pengaduan Korban Penipuan Travel Haji Hanania
Polda Metro buka posko pengaduan korban penipuan Hanania Travel; ASF ditetapkan tersangka dan kasus diselidi...