Pendapatan Ojol Anjlok: Bersih Rp1,7 Juta, Jam Kerja Panjang
Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) menemukan pendapatan bersih pengemudi ojek daring turun drastis menjadi sekitar Rp1,7 juta per bulan pada 2025, sementara jam kerja dan biaya operasional meningkat, menurut policy brief diterbitkan setelah survei Desember 2025 di 67 kabupaten/kota.
Hasil survei: pendapatan dan biaya
Survei IDEAS terhadap 1.018 pengemudi menunjukkan pendapatan bersih menurun dari Rp2,9 juta per bulan (2023) menjadi Rp1,7 juta per bulan (2025). Pendapatan kotor harian juga turun dari Rp168 ribu menjadi Rp126 ribu.
Sementara itu biaya operasional naik. Pengeluaran harian meningkat dari Rp53 ribu menjadi Rp58 ribu, atau setara 46 persen dari pendapatan kotor per hari.
| Indikator | 2023 | 2025 |
|---|---|---|
| Pendapatan bersih per bulan | Rp2,9 juta | Rp1,7 juta |
| Pendapatan kotor per hari | Rp168.000 | Rp126.000 |
| Biaya operasional per hari | Rp53.000 | Rp58.000 |
Jam kerja panjang dan risiko keselamatan
Tekanan ekonomi memaksa pengemudi bekerja lebih lama. Sebanyak 51 persen responden bekerja 9–12 jam per hari, dan 55,5 persen mengatakan mereka bekerja tujuh hari penuh tanpa libur.
Tekanan itu berdampak pada keselamatan kerja. Sebanyak 50,3 persen pengemudi melaporkan pernah mengalami kecelakaan saat menjadi mitra aplikasi, dan sekitar 5,6 persen mengalami luka berat atau kerusakan kendaraan parah.
"Ekonomi digital berkembang pesat, tetapi kesejahteraan pekerjanya justru semakin rapuh. Banyak pengemudi ojol bekerja lebih lama dengan pendapatan yang terus menurun," ujar Muhammad Anwar, peneliti IDEAS.
Potongan aplikasi dan pengaruh promosi
IDEAS mencatat potongan oleh platform menggerus penghasilan pengemudi. Sebanyak 50,3 persen responden menyebut potongan sebesar 20 persen, sedangkan 24,2 persen menyatakan potongan bisa mencapai 25–30 persen.
Program promosi juga menekan pendapatan per order; 59,2 persen responden mengatakan penghasilan per perjalanan turun saat platform menjalankan promo. Hampir separuh pengemudi kehilangan antara Rp2.000 hingga Rp10.000 per order karena skema tersebut.
Mekanisme kemitraan dan akses keadilan
IDEAS menyoroti status "mitra" yang membuat platform tak terbebani kewajiban ketenagakerjaan formal, padahal platform mengontrol distribusi order, penilaian performa, suspend akun, dan pemutusan kemitraan.
Survei menunjukkan 46,5 persen pengemudi pernah mengalami suspend akun, dan 9,4 persen mengaku diputus kemitraannya secara permanen. Beberapa pengemudi mengeluhkan suspend tanpa penjelasan jelas.
"Status kemitraan saat ini berjalan sangat timpang. Pengemudi disebut mitra, tetapi relasi kerjanya sepenuhnya dikendalikan platform digital," kata Anwar.
Rekomendasi kebijakan
IDEAS mendorong pemerintah memastikan implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 mampu memperbaiki kondisi kerja pengemudi. Rekomendasi utama meliputi:
- Perlindungan sosial yang jelas untuk pengemudi.
- Pembatasan jam kerja dan kepastian hari libur.
- Kepastian pendapatan minimum untuk menghindari praktik eksploitatif.
- Mekanisme penyelesaian sengketa yang adil antara pengemudi dan platform.
Tanpa intervensi regulasi yang kuat, IDEAS memperingatkan transformasi digital berisiko memperluas praktik eksploitasi terhadap pekerja informal di sektor ekonomi platform.
Berita Terkait
Majelis Etik Bongkar Belasan Dugaan Pelanggaran Ketua Nonaktif Ombudsman
Majelis Etik Ombudsman ungkap belasan laporan dugaan pelanggaran terhadap Ketua nonaktif Hery Susanto; lapor...
BGN Larang Bangun Dapur MBG Sebelum Lolos Verifikasi
BGN melarang calon mitra membangun dapur MBG sebelum lolos verifikasi; pendaftaran via mitra.bgn.go.id dan t...
BGN Tutup Sementara Pendaftaran Mitra MBG untuk Validasi Data
BGN menutup sementara pendaftaran mitra MBG sejak 29 Mei 2026 untuk fokus validasi data nasional agar distri...
Murid Papua Apresiasi Bantuan Pendidikan untuk SMK Sorong
Murid SMK Negeri 1 Sorong berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat, termasuk perpustakaan, toilet, dan...
Kemendikdasmen Salurkan 159 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H
Kemendikdasmen menyalurkan 159 hewan kurban ke 35 provinsi saat Iduladha 1447 H, dengan total daging sekitar...
Kemendikdasmen Tegaskan Penguatan Fondasi Pendidikan Bermutu
Kemendikdasmen perkuat fondasi pendidikan bermutu lewat revitalisasi 16.167 sekolah, distribusi 288.865 IFP,...